Sementara, saat Adam masih mencoba terus membujuk Keisya, yang lainnya sibuk bercanda ria di homestay. “Ternyata Lycan benar, di desa ini aku bisa mengenang kembali memori masa kecil aku,” celetuk Sastra dengan nada senang. “Benar sekali, aku juga ikutan senang, sesekali bisa terbebas dari beban pekerjaan yang menumpuk di kantor.” Zain Castello menyela pembicaraan Sastra barusan. Sementara David Foster hanya mengekspresikan perasaannya lewat senyuman yang tak pernah pudar dari wajah tuanya yang masih terlihat bugar dan tampan. “Itu belum seberapa, akan ada hal lain yang bisa membuat Papa dan Om kembali pada zaman orok kalian. Dijamin, seribu persen kalian bakal suka!” celetuk Lycan dengan ekspresi serius membuat semua orang penasaran sekali. “Apakah bermain di sawah?” tanya Zain pada

