bc

Ternyata Bosku ...

book_age16+
527
IKUTI
2.7K
BACA
others
drama
tragedy
comedy
sweet
humorous
heavy
scary
like
intro-logo
Uraian

Arsel pikir hidupnya baik-baik saja. Mendapat pekerjaan yang bagus dan Bos yang baik, bahkan semua berjalan sebagaimana semestinya.

Tidak ada yang aneh dengan pekerjaannya, sampai akhirnya ia mendapat bos baru yang punya rahasia gelap.

Sialnya, hanya Arsel yang mengetahui rahasia itu, ia diberi uang tutup mulut.

Tetapi ini terlalu beresiko, bisakah Arsel menutup mulutnya? Sementara ia perlahan mulai masuk ke dalam rahasia gelap bos barunya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Panggilan masuk dari nomor yang tak dikenal membuat ..
 Drrrt ... drttt ... drtt  Ponsel Arsel mendapat satu panggilan dari nomor yang tidak dikenal, Arsel yang sedang mandi saat itu terburu buru untuk melihat ponsel. Namun, Arsel tidak sempat menjawab ponsel tersebut. Drrtt ... drtt ...  Lalu masuk satu pesan dari nomor tersebut, yang menyatakan Arsel lulus tahap interview dan bisa tanda tangan kontrak untuk pekerjaan yang ia lamar. Ya, Arsel Dyandra adalah pemeran utama dalam cerita ini berusia 24 tahun lulusan sarjana tanpa pengalaman kerja ataupun magang. Ia  sedang mencari pekerjaan tetap, tetapi memiliki kriteria yang sangat tinggi, gaji diatas UMR, mendapat tunjangan ini itu, bekerja senin sampai jumat dan mendapat baju dinas dari kantor.   Keesokan harinya Arsel terlihat sedang bersiap-siap pergi kekantor yang memanggilnya untuk melakukan tanda tangan kontrak kerja. Arsel mengenakan setelan kemeja hitam putih dan tak lupa rambut memakai pomade agar terlihat rapi didepan atasan sekalian biar tebar pesona ke pegawai yang lain. “Jangan lupa pakai pomade dulu agar terlihat berdamage didepan cewek-cewek ntar haha ... .” Ucap Arsel sambil tertawa yang sedang bercermin dan mulai memainkan rambutnya. Arsel pun berpamitan kepada ibunya, dan ia pun tiba di lobi perusahaan tempat ia melamar pekerjaan.  “Arsel Dyandra, silahkan masuk,” panggil HR dari luar ruangan.  Arsel memasuki ruangan.  “Selamat ya, kamu lulus tahap interview user dan diterima untuk posisi sebagai koordinator lapangan di perusahaan kami.”  Ya, akhirnya Arsel mendapat pekerjaan yang ia inginkan, pekerjaan tetap, gaji umr, baju dinas, dan bekerja hanya senin sampai jumat di perusahaan swasta di kotanya. “Besok kamu sudah mulai bekerja ya, kamu bisa tanda tangan kontrak disini.” HR menunjuk kontrak yang akan di tanda tangan. “Dan kamu bisa ambil perlengkapan kerja seperti baju, topi dan lain-lain di ruang bagian perlengkapan. Tanya saja sama bagian lobi.”    “Oh iya, pak, terima kasih,” jawab Arsel.  Arsel pun pulang dengan hati yang sangat bahagia.  “Akhirnya aku mendapat pekerjaan setelah dua tahun menganggur dan tidak menjadi beban saja bagi orang tua,” ucap Arsel sambil tersenyum bahagia. Dia pun memesan ojol untuk pulang kerumahnya, tak lupa dia update story foto perlengkapan kerja dengan caption “Soon..” agar orang-orang penasaran. Sambil membalas DM yang masuk, Arsel membuka pintu rumahnya dan memanggil ibunya. “Bu, Arsel Pulang.”  “Oh, sudah pulang anak ibu, biasanya kalau belum magrib belum pulang.”  “Kok kayak gitu sih, bu. Aku ada kabar baik hari ini.”  “Kabar baik apa lagi? Pesta lagi temanmu itu, gak ada uang ibu.”  “Engga, bu, aku diterima kerja hari ini. Besok dah mulai kerja. Padahal tadi pagi aku mau kasih tahu pada ibu.” Ibunya tersenyum cerah. “Akhirnya anak lajangku diterima kerja, gak jadi beban lagi, ya, nak,” ucap mamaknya sambil tertawa dan merangkul Arsel. “Makan makan kita hari ini ya, bu, ibu masak apa?”  “Halah, makan ajala apa yang ada itu disitu, sudah masak ibu tadi. Tumis kangkung sama ikan gembong goreng, dah makanla sana. Ibu mau tempat wak ida dulu, anak gadisnya mau lamaran nanti malam.”   *** Keesokan harinya di tempat kerja.    Kepala bagian sedang memperkenalkan Arsel kepada pegawai-pegawai lainnya. “Halo saya Arsel Koordinator lapangan yang baru.” Arsel senyum - senyum dengan pedenya. “Arsel, nanti kamu diajarin oleh bapak Ammar ini ya, Bapak Ammar mentor sekaligus atasan kamu dibagian lapangan ini,” ucap kepala bagian sambil pergi melanjutkan pekerjaan yang lain.  “Iya, Pak, terima kasih.” Arsel membungkuk sedikit, ia bergegas mendatangi pak Ammar untuk menanyakan pekerjaan. “Jadi pak, apa yang bisa saya bantu atau saya kerjakan untuk sekarang ini?” ucap Arsel yang tak sabar ingin memulai pekerjaan dan update story.  Pak Ammar yang lagi riweuh dengan pekerjaannya karna lagi ada trouble di lapangan, tak begitu mendengarkan Arsel, lelaki itu hanya melirik Arsel dari atas ke bawah dan menjawab, “oh iya, kamu tunggu sebentar diruangan saya ya, nanti saya jelasin disitu.” Sambil menunjuk ruangannya. “Iya, pak,” sahut Arsel. Arsel pun mulai memasuki ruangan sambil melihat kanan kiri memantau orang-orang yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sampailah Arsel diruangan, karena disuruh menunggu, Arsel pun update story dengan Caption “Day one, Fighting.” sambil melihat-lihat isi ruangan dan membalas DM-DM yang masuk. Ada masuk DM dari teman kampusnya yang dulu sama sekali tak pernah tegur sapa, tapi malah membalas story Arsel. Wah Arsel udah kerja ya, semangat kerjanya ya sel. Arsel senang bukan main, bagaimana tidak, cewek yang dulu Arsel suka idola kampus yang gak pernah tegur sapa malah negur Arsel lebih dulu. Saat lagi membalas pesan, Arsel tidak sadar sedang dilihatin oleh Pak Amar dari pintu, ternyata Pak Ammar sudah memantau Arsel dari tadi.  Arsel pun terkejut, sambil terbata-bata ia berucap, “Eh, maaf pak, maaf, saya tidak tau kalau bapak sudah disitu.”  “Oh ya, tidak apa-apa,” sahut pak Ammar sambil menutup pintu ruangan.  “Siapa? Pacar kamu, ya?” tanya pak Ammar. “Oh, engga, pak, ini teman saya. Saya masih jomblo, pak, maaf pak malah curhat.” “Loh, kamu masih jomblo, pas sekali ya,” kata pak Ammar.  “Haa, pas gimana pak. Apa ada kenalan bapak yang masih jombo juga?” tanya Arsel kembali. “Oh ada, tenang saja kamu, yang penting kerja yang bagus ya disini sama saya.”  “Iya, pak. Mohon bantuan dan didikannya selama saya bekerja ya, pak.”   Pak Ammar pun mulai menjelaskan sistem kerja di perusahaan bagian yang Arsel lamar. Arsel yang merasa lagi diatas awan berpikir, akhirnya penantian panjang dan masa menganggurnya tidak sia sia. Ia mendapat pekerjaan yang bagus, bos yang baik dan cewek yang ia sukai semasa kuliah menyapanya. Oh Tentu tidak semulus dan semudah itu pekerjaan Arsel. Masalah baru pun dimulai ketika seseorang mulai mengetuk pintu ruangan Pak Ammar. Tok ... tok .... “Permisi, Pak.”  Sambil membuka pintu, terdengar suara lembut dari luar ruangan. Arsel pun Langsung menoleh dengan cepat dan bergumam dalam hati. Siapa ini? mengapa lembut sekali suaranya. Pak Ammar yang duduk disebelah Arsel pun tampak terkejut dan mengalihkan pandangan ke pintu langsung menyuruh masuk. “Iya, masuk. Eh, Karina. Ada apa itu?”  “Oh, ternyata namanya Karina. Gila cakep banget ya” Gumam Arsel dalam hati.  “Eh maaf, pak, lagi ada tamu ya, Pak. Nanti Karina balik lagi aja deh, Pak.”  “Tidak apa-apa, sini gabung, biar saya kenalkan juga ke pegawai baru kita.” Sambil  merangkul bahu karina.  Karina dan Arsel saling melihat satu sama lain sambil tersenyum. Karina salah satu pegawai ditempat Arsel bekerja sebagai Accounting. Mereka pun mulai berkenalan dan berbincang satu sama lain yang berujung tukaran nomor w******p. Setelah berbincang cukup lama, Pak Ammar menyuruh Karina untuk mengantar Arsel keliling kantor untuk memperkenalkan bagian-bagian yang ada di dalam kantor. “Kalau begitu kami permisi dulu ya, Pak,” ucap Karina. “Oh, iya silahkan. Tolong dibantu ya, Karina,” jawab pak Ammar. “Permisi ya, Pak,” ucap Arsel dan Karina sambil bergegas meninggalkan ruangan pak Ammar. Mereka pun pergi. Sambil Arsel melihat-lihat sekeliling, ia juga beberapa kali memperhatikan wajah Karina dan tak begitu mendengarkannya. Karina yang tengah sibuk menjelaskan bagian beserta fungsi dari bagian tersebut tiba tiba terdiam dan berhenti, Arsel pun terkejut dan bertanya kepada Karina.                “Ada apa, Karina? Kenapa berhenti?.”                “Sorry, ada kerjaan yang harus segera disiapkan, saya deluan ya. Nanti kalau ada yang perlu ditanyakan kabari saya saja,” ucap Karina sambil buru-buru pergi meninggalkan Arsel sendirian.    Karina lupa bahwa ada kerjaan yang harus ia siapkan, Arsel pun berpikir, mimpi apa ia tadi malam kenapa bisa cewek yang dulu disuka tiba-tiba datang kembali dan sekarang bertemu sama cewek cakep, gini. Arsel pun mulai menaruh hati kepada Karina. Bagaimana tidak, Karina memiliki paras yang cantik, body goals, kulit yang putih, hidung yang mancung, bibir yang kecil serta tutur kata yang lembut dan sopan yang membuat ia banyak disukai oleh lawan bicaranya. Arsel pun melanjutkan keliling untuk melihat-lihat sebelum kembali ke meja kerja dan memulai tugasnya. Saat Arsel berjalan sendirian, Arsel berpapasan dengan pegawai lainnya.                “Anak baru, ya? Kalau boleh tau di bagian mana?” tanya pegawai tersebut sambil mengulurkan tangan.                “Oh Iya, Mas, Saya Arsel dibagian Koordinator Lapangan,” jawab Arsel sambil berjabat tangan.                “Saya Afiq. Anggota Pak Ammar, ya? Baik baik ya, semoga betah.” Afiq tersenyum dan meninggalkan Arsel.                “Iya, Mas, Mohon Bantuan dan kerjasamanya ya mas.”                Afiq yang sedang berjalan hanya melambaikan tangan. Arsel pun kembali ke meja tempat ia bekerja. Sesampainya ia di tempat kerja, Arsel didatangi oleh Pak Ammar.                “Bagaimana, Arsel? Sudah Keliling Kantornya?”                “Sudah, Pak. Ramah dan Humble sekali ya Pak, orang orang yang bekerja disini”. “Ya begitulah, Arsel.” Sambil melihat jam Pak Ammar pun megajak Arsel untuk makan siang. “Sudah waktunya istirahat ini, ayok kita cari makan siang dulu.” Sahut Pak Ammar lagi. Arsel pun mengikuti Pak Ammar untuk mencari makan siang, mereka pun berbincang- bincang sambil mencari menu makan siang apa yang enak untuk hari ini. “Cantik ya Karina, Sel,” ucap Pak Ammar. “Iyah, Pak.” Sambil tersenyum malu. “Jangan macem macem, Sel. Bentar lagi mau nikah tuh karina.” “Ha, serius Pak? Kalah cepet nih.” Arsel pun menarik napasnya dan berpikir sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mendekati Karina. “Sebelum janur kuning melengkung, kan masih bisa ya, Sel.”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Scandal Para Ipar

read
708.0K
bc

JANUARI

read
49.0K
bc

Menjadi Orang Ke Tiga

read
5.5K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Marriage Aggreement

read
87.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

TERNODA

read
199.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook