"You look so handsome," ucap Fahira saat melihat suaminya tampil begitu gagah dengan balutan tuxedo yang sewarna dengan gaun yang dipakainya. Wanita itu tersenyum lebar seraya menyentuh kedua lengan suaminya. "Ayo, cepat ..." Hendra berusaha melepaskan tangan Fahira. Ia pun langsung memakai jam tangannya yang terletak di atas meja rias sang istri. "Kamu gak mau puji aku?" ucap Fahira seraya menatap punggung Hendra yang membelakanginya. Ia menghela napas berat. Suaminya itu terlalu cuek kepadanya. "Nanti terlambat, Ra. Kita harus segera ke sana." Fahira harus kembali kecewa. Suaminya benar-benar tengah berusaha untuk semakin menjauhinya. Ia pun mengikuti langkah Hendra dari belakang. Melihat pria itu yang terlebih dahulu masuk ke dalam mobil. Ia langsung menyusulnya dan duduk di sebelah

