Pagi ini, Bianca benar-benar gelisah. Ia terus mondar-mandir di depan pintu kamar mandi. Padahal satu jam lagi ia ada kelas pagi di kampus. Ia masih menggunakan kaos oblong dengan celana pendeknya. Tak lupa handuk yang bertengger di pundak, sengaja ia taruh di sana kalau ingin mandi. Tetapi, kakinya mengapa terasa begitu sulit untuk masuk ke dalam kamar mandi? Ia bahkan hampir lima belas menit berada di depan pintu sampai dirinya merasa begitu gerah sekarang. Keringat sudah mengucur di pelipisnya dan jalan turun ke bawah sampai mengenai dagu. Rasanya Bianca ingin sekali mengguyur tubuhnya dengan air yang banyak agar dirinya bisa segar. Namun, ada suatu benda di dalam kamar mandi yang membuatnya seperti ini. Gelisah tak menentu. Benda itu sengaja ia tinggalkan ketika dirinya selesai menj

