Hari sudah sore, Gladys menunggu Mark pulang dan mengantarnya ke rumah ibunya. Janjinya sering tak ditepatinya. Ia tahu bagaimana sejuknya Mark karena saat pergi mengatakan padanya kalau ia sedang melakukan pembayaran sebuah perusahaan ditemani pengacaranya. Cukup lama ia menunggu sampai harus mondar mandir kesana kemari. Mark tak sekalipun menelepon. Pria itu kadang lupa jika harus berhubungan dengan pekerjaan. Gladys terpaksa melepas sepatunya agar lebih leluasa bergerak. Tak lama, mobil Mark datang dan membunyikan klakson. Gladys segera memakai sepatunya lagi dan berjalan cepat menuju ke halaman depan. Pria itu tak turun dan menyuruhnya cepat masuk ke mobil. “Buruan!” sahutnya. Gladys segera mengunci pintu rumah dan juga menutup gerbang serta menguncinya. Hari ini ia sangat senang s

