20. Sebuah Kejujuran

1476 Kata

“Bu, Gladys sepertinya sakit,” kata Mark. Bu Saritem langsung bergegas masuk kamar dan mengecek kondisi Gladys. “Tubuhnya demam, apa dia muntah atau mual, Nak?” tanya Bu Saritem pada menantunya. “Tidak, hanya pusing saja, Bu,” “Panggilkan dokter, Nak. Biar dia diperiksa,” “Dokter mana, ya Bu. Saya kurang paham daerah sini,” ucap Mark. Ia bingung karena memang belum pernah datang ke daerah ini dan tak tahu dimana letak dokter yang biasa dipanggil. “Biar saya bawa ke rumah sakit, barangkali sakitnya lumayan Bu, karena kita nggak tahu nanti gejala apa yang sedang dialaminya,” imbuh Mark lagi. “Ibu akan siap-siap ikut kalian ke rumah sakit,Nak,” “Tak perlu ikut kami pergi, Bu. Istirahat saja di rumah dan menunggu kami pulang,” “Baiklah, Nak. Silakan bawa Gladys, ibu akan tunggu di ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN