Pagi sekali, Mark mendapati Gladys sudah duduk dan melepas mukenanya. “Sudah baikan?” tanyanya. “Sudah, lebih baik dari hari kemarin,” Mark turun dari tempat tidur dan meluruskan kakinya di lantai. Ia duduk dengan santai disana. Gladys menoleh dan menyuruhnya naik kembali ke atas tempat tidur. “Aku juga mau wudhu,” ucap Mark. Pria itu, meski keturunan orang Inggris tapi dia murni beragama Islam seperti kakek dan neneknya. Namun, ia jarang shalat karena lingkungan dan juga jarangnya kebiasaan yang dilakukan keluarganya. Mark mengambil air wudhu sementara Gladys membuat minuman hangat dan sarapan untuk mereka bertiga. Ia melihat ibunya sudah ada di dapur dan menyapa. “Bu, biar Gladys yang masak,” “Sudah selesai semuanya, kamu ajak suamimu sarapan. Oh, ya sudah baikan, Dys?” “Alhamduli

