43

1050 Kata

Saat Liam mendorong pintu, satu-satunya piano peninggalan mendiang ibunya ada di dalam. Yang terbiasa mati dan sunyi, kini kembali hidup dan terdengar rentan. Sorot kelamnya menatap serius. Saat Valerie duduk, meluruskan kaki dan dengan santai menekan tuts piano. Jemarinya bergerak, seakan menari untuk mempercantik nada. Dan Liam mendapati dirinya tercenung, menatap pemandangan itu tanpa berkedip. "Mana tepuk tangannya untukku?" Pria itu lantas berdeham, bertepuk tangan singkat dan masuk ke dalam. Mengusap pangkal hidungnya dan mendadak salah tingkah. "Kau bermain piano?" "Bukan, gitar. Kau sudah melihatnya, kan?" Liam mendesis kecil. Dan wanita itu tertawa pelan. Bertopang dagu menatap suaminya serius. "Ada sesuatu yang terjadi?" "Tidak ada." "Bisa aku bertemu Pangeran Lucas dari C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN