EP 3. Fire On Fire

812 Kata

Mereka menyusuri sisa dermaga kembali ke suite. Keduanya berjalan dalam diam dengan senyuman di bibir serta hati yang lebih lapang, setelah saling bicara dan menerima kekurangan masing-masing. Bayangan kasur empuk menari-nari di pelupuk mata Ian. Tubuhnya amat lelah. Toh, mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa selama menstruasi Kara belum selesai. Ia mengunci pintu di belakangnya, lalu membalikkan badan. Tiba-tiba ia mematung di tempatnya. Aliran darah melesat cepat ke kepala. Di depan sana, sang isteri tengah berdiri membelakanginya. Bathrobe yang tadinya membungkus tubuh Kara telah teronggok pasrah di lantai, menyisakan lingerie two pieces berwarna hitam pekat yang amat kontras dengan warna kulitnya. Pakaian serba mini yang hampir tak bisa menutupi apa-apa itu melekat dengan sempurn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN