“Ketika sogokan martabak manis berubah jadi tas keren abis .” Qilla duduk di meja makan sambil menonton acara televisi. Seperti kebiasaanya setiap pagi, dia akan sarapan, mengerjakan tugas, mengecek online shop favoritnya, dan berangkat kuliah. Semester 4 mulai membuat kepala Qilla pening setiap hari, dengan tugas yang semakin sulit, Qilla harus berpikir lebih kritis lagi untuk mengerjakannya. Bahkan google saja tidak bisa membantu Qilla dalam mengerjakan tugas, dia harus membaca buku setebal kitab suci jika ingin menyelesaikan tugasnya. Suara motor yang terdengar dari luar membuat Qilla menghentikan kunyahannya. Dia mengenal suara itu, motor Dewa. Dengan segera dia berlari keluar rumah dan menemui Dewa sebelum pria itu berangkat ke kafe. "Om!" Panggil Qilla dari teras rumahnya. Dewa

