Chapter 12

2040 Kata

“Es cincau pembawa petaka.”   Qilla memasuki rumah sakit dengan langkah tergesa. Dia baru saja mendapat telepon jika Syasa, sahabatnya tengah mengalami musibah. Saat perjalanan pulang dari kampus tadi Syasa mengalami kecelakaan. Dia menabrak mobil di depannya karena kurang fokus setelah melihat gerobak es cincau yang ada di pinggir jalan. Keadaan Syasa cukup parah. Dia mengalami luka di tangan dan kaki yang terkilir, tapi dia hanya berada di rumah sakit sampai besok pagi untuk pengobatan luka ditangannya yang cukup dalam. Qilla sempat mengomeli Syasa di telepon tadi. Dia tidak habis pikir jika sahabatnya itu lebih mementingkan es cincau dari pada keselamatannya sendiri. Bukannya mendapat es cincau, Syasa malah mendapat musibah dengan tubuh yang penuh luka dan ganti rugi yang cukup memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN