Chapter 11

2427 Kata

“Kalau bangkrut buat dapetin senyum kamu sih, aku iyess!” Dewa menghela nafas tak suka ketika melihat Fatimah berjalan ke arahnya sambil melambaikan tangan. Bukan, bukan kehadiran Fatimah yang membuatnya tak suka. Melainkan gaya berpakaian wanita itu yang membuat Dewa sedikit malu. Mereka memang sudah ada janji pagi ini, dia akan menemani Fatimah ke mall sebelum wanita itu pulang ke Rembang besok pagi. Lihat saja, lagi-lagi celana setengah paha dan atasan yang ketat dipakai oleh Fatimah dan ada apa dengan rambut itu? Sejak kapan warna rambut Fatimah berubah jadi rambut jagung seperti itu. Bukan bermaksud menghina, tapi gaya seperti itu kurang cocok untuk wanita yang berumur pertengahan 30-an. Jika bukan karena urusan kerja, Dewa tak akan mau menemani wanita itu. "Lama ya Wa, maaf deh.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN