6 - FIGHTER

1524 Kata
Gentala Mario, siapa yang tidak mengenalinya. Lelaki yang dianggap pemilik wajah tertampan di SMA CAKRAWALA. Gentala memiliki segudang fans yang tersebar di seluruh penjuru sekolah, bukan main, fans Gentala itu solid banget. Gentala itu dingin tetapi tengil, jika berinteraksi dengan orang yang tidak dekat dengannya maka Gentala akan mengeluarkan jurus ketidakpeduliannya, tetapi jika Gentala bersama orang-orang terdekatnya, hati-hati dengan sifat tengilnya. Di sekolahnya ada geng tetap bernama FIGHTER. Geng ini merupakan geng solidaritas yang merekrut beberapa anggota di SMA CAKRAWALA dan alumni yang masih bergabung. Selain itu, ada pengurus inti dalam geng FIGHTER, yaitu ada Gentala di sana. Gentala bukan ketuanya, tetapi wakil dari ketua FIGHTER. Kenapa? Karena ketua dari geng itu adalah Revano Giano, sang otak cerdas yang sekarang sudah menjadi alumni. Dulu, Gentala pernah ingin diangkat menjadi ketua menggantikan Revano, tetapi menurut Gentala, tidak ada salahnya Revano tetap mengambil posisi itu karena memang Revano layak dan dia tetaplah keluarga SMA CAKRAWALA. Mulai dari itu, Revano memegang tetap kendali penuh atas FIGHTER dengan Gentala diangkat sebagai wakilnya. Beberapa teman seangkatan Revano juga masih bergabumg dalam FIGHTER, tetapi yang masih benar-benar aktif hanyalah Revano. Dalam FIGHTER, selain ada Revano sebagai ketua dan Gentala sebagai wakilnya, ada juga anggota inti yaitu Kiki Briano, si cowok jahil dan paling resek. Kiki ini salah satu moodbooster anak FIGHTER, sikapnya selalu membawa kebahagiaan, itulah mengapa Kiki sangat disayang sekaligus sangat sering dibully oleh teman-temannya. Kiki itu buaya darat, sebelas dua belas sama Deno, semua cewek cantik di SMA CAKRAWALA mau diembat sama Kiki. Selain Kiki, ada juga Deno Fikri, teman buayanya Kiki. Sifatnya sebelas dua belas juga sama Kiki, sama-sama suka main cewek dan heboh. Deno dan Kiki jika sudah bersatu, maka tempat tongkrongan yang tadinya sepi bisa tiba-tiba jadi ramai. Ada juga Rafael Galang, salah satu murid pintar sama seperti Gentala, bedanya Rafael ini berada satu kelas dibawah teman-temannya yang lain. Rafael itu pendiam, sangkin pendiamnya dia bisa menjadi sangat nakal jika sudah mencampuri urusannya. Rafael sangat disayang di FIGHTER karena salah satu anggota inti termuda dan juga semua temannya berlomba-lomba menyalurkan kasih sayang kepadanya yang tidak bisa dia dapatkan dari kedua orang tuanya. Rafael ini bisa menjadi sangat baik tetapi bisa juga menjadi sangat nakal, tergantung mood saja. Sekarang Revano Giano, sang penguasa dan juga pemimpin FIGHTER. Revano yang biasa dipanggil bang Revo oleh teman-temannya ini yang paling dewasa dan juga baik, tergantung siapa yang ingin diperlakukan baik olehnya. Revano salah satu yang paling tegas juga dan tidak perhitungan, pokoknya Revano tuh bagaikan abang idaman bagi para anggota lain. Dan yang terakhir Gentala Mario, tambahan dari yang tadi telah diceritakan. Cowok pintar yang berbeda jurusan dari teman-temannya. Entah apa yang merasuki Gentala sampai-sampai dia mau masuk jurusan Ipa, memang sih Gentala terkenal pintar walau sifatnya dingin dan tengil. Tetapi, Gentala jika sudah berurusan dengan musuh akan berubah 180°, semua dibabat habis olehnya. Banyak orang berkata jika Gentala itu gapernah deket sama cewek manapun, makanya kemarin Gita kaget banget pas lihat Gentala bawa Naya ke UKS. Biasanya FIGHTER selalu bertemu dan berkumpul setiap harinya di markas kebanggaan mereka. Jika biasanya geng-geng lain memakai rumah bekas atau gedung bekas dan berantakan sebagai markasnya, kali ini berbeda dengan FIGHTER. Mereka rela menyisihkan uang jajannya untuk membeli rumah yang tidak begitu besar dan juga kecil, namun sangat pas dan nyaman untuk ditinggali bersama. Yap, duit bukan persoalan bagi mereka, rata-rata uang jajan mereka mungkin setara dengan gaji pemilik jabatan. Tidak heran, hal itu yang membuat banyak gadis berlomba-lomba mendapatkan hatinya. Seperti hari ini, saat pulang sekolah tiba. Biasanya Revo selalu pulang dari kampusnya pada pukul 6 sore dan langsung berkunjung ke markas besarnya. Hal itu juga menjadi kebiasaan bagi anggota lain untuk selalu berkumpul di markas pada jam 6 sore. Biasa yang dilakukan sangat random, mulai dari bermain game, masak-masak, berolahraga, tidur, mandi, dan hal-hal tidak jelas lainnya. "Bang udah di sini aja lo." Kiki berjalan masuk duluan meninggalkan Rafael dan teman-teman lainnya yang masih memarkirkan kendaraan di bagasi. Kiki ini yang paling malas membawa kendaraan ke sekolah, padahal dia punya, tetapi Kiki malah menerapkan istilah hemat ongkos dan tenaga. Tetapi anehnya, Kiki selalu nebeng bareng Rafael. Kata Kiki jika dibonceng Rafael maka moodnya akan lebih membaik. Aneh lagi nih, Kiki selalu membawa kendaraannya ke rumah Rafael, kemudian meninggalkannya di sana dan berangkat bersama Rafael. Aneh banget kan? Yasudahlah tidak usah dipikirkan. "Kelas terakhir batal tadi. Gue langsung cus ke sini," Revo sejak tadi masih tidak mengalihkan pandangannya dari stik ps di depan. Kebiasaan Revo, selalu bermain ps sampai tengah malam. Jika sudah lelah, maka akan tertidur sendiri di sofa. Jarang sekali mereka melihat Revo pulang ke rumahnya. Bahkan Revo memiliki kamar sendiri di markas ini, katanya biar hemat tidak usah membeli apartemen. Padahal uang Revo saja tidak terbatas, masih saja berhemat seperti Kiki. "Mana yang lain Ki?" tanya Revo ketika tidak mendengar suara keributan. "Masi ribet parkir bang, biasalah ojek-ojek gue." "Sialan lo Ki! Main masuk-masuk aja ga bantuin parkir, lo sendiri janji waktu dulu beli ini rumah mau bantuin parkir." Deno datang-datang langsung menjitak kepala Kiki penuh dendam. Bagasi di rumah ini memang agak sempit, apalagi ada mobil Revo yang selalu terparkir di sana. "Emang gue tukang parkir lo apa!" Tak lama Rafael dan Gentala masuk ke dalam, tidak lupa membuka sepatu dan meletakkannya di rak sepatu. Tuh kan, beda lah ya pembawaan orang pintar dibanding Kiki dan Deno yang masih memakai sepatunya ke sofa. "Insecure gue sama attitude lu pada. Gue mohon undur diri," Kiki berlari pelan ke dapur dan mengambil beberapa cemilan dan kaleng soda di kulkas. Mereka memang selalu menyetok keperluan seperti bahan masakan dan cemilan di rumah ini, hal itu rutin dilakukan setiap sebulan sekali. "Ada topik apa nih." Revo tumben sekali, dia mematikan mainan psnya dan ikut duduk di sofa bersama dengan Deno, Gentala dan Rafael. Tak lama Kiki kembali sambil membawa banyak makanan di tangannya. "Ga ada apa-apa bang, gaseru!" Deno nyaut. Setelah membuka sepatu dan jaketnya dia membaringkan diri di sofa yang lebar. Deno ini tipe yang jika sudah nempel, maka selanjutnya molor. Nempel molor. "Cewek tadi pagi?" Revo penasaran. Bukan apa-apa, pasalnya baru kali ini mereka bisa nyambung dengan cewek, biasanya selalu menolak jika ada cewek yang ingin bergabung atau sekedar ingin berteman. Rasanya tidak nyambung saja, tetapi ketika melihat keakraban Kiki dan Deno bersama cewek itu, membuat Revo penasaran. "Oh Naya! Kasian banget bang hari ini. Udah tadi pagi telat, sampe sekolah pingsan, eh abis pingsan malah kena bully." Kiki nyerocos panjang tetapi mulutnya tidak berhenti mengunyah. "Bully? Masih ada aja di sekolah?" "Masih lah. Lo pasti kenal sama Kia and the gank kan? Dia itu pelopor utamanya bully di sekolah!" "Ga ada capeknya itu cewek. Padahal udah ga naik kelas satu tahun, masih aja ga kapok." Revo berapi-api. Dulu Kia itu satu angkatan dengan Revo, tetapi cewek itu terpaksa tinggal kelas karena ketahuan mem-bully orang sampai masuk rumah sakit. Dan sekarang tingkahnya kembali membuat Revo ingin memusnahkannya. "Yang bully Naya juga dia?" "Nggak tau deh bang, Naya ga ngomong apa-apa ke kita." Setelah percakapan tentang Naya kemudian mereka melanjutkan percakapannya ke hal lain, mulai membicarakan banci di depan sekolah yang sudah ditangkap satpol pp, sampai gosip-gosip yang sedang hangat di sekolah. Sedangkan Deno sudah masuk ke dalam alam mimpi, Gentala asik bercerita sambil bermain game di ponsel, Kiki dan Revo asik makan, dan Rafael asik bermain ponsel. "Ada yang ganjel," Rafael angkat bicara. "Kenapa?" "Gue kayaknya tau yang bully Naya siapa." Sekarang topiknya kembali lagi ke Naya. "Kia dan teman-teman, secara mereka itu fanatik sama Gentala. Dan setelah mereka lihat Gentala gendong Naya ke UKS pasti mereka panas." Kata-kata Rafael membuat Revo membulatkan kedua mata. "Hah? Genta gendong Naya ke UKS?!" "Santai napa bang!" "Bukan gitu Ki, ini langka loh." "Bener sih, mana pernah Genta skin to skin sama cewek, gue baru pertama kali lihat sama si Naya-Naya ini!" "Lah gue kasian doang bang, dia tiba-tiba pingsan di rumput-rumput. Jiwa kemanusiaan gua terpanggil." "ALAH PRET!" Kiki berdecak kesal. Sudah dikatakan tadi, Gentala itu tengil! "Naya cewek pertama yang di-bully Kia dan bersangkutan sama Gentala. Lo yakin gaada hubungan apa-apa sama Naya, Gen?" tanya Rafael. Biasanya Kia itu menargetkan musuhnya jika berurusan dengan kehidupannya. Kali ini Kia berani menyangkutpautkan Gentala dalam masalah ini. Gentala geleng-geleng kepala. "Gue baru tau dia hidup aja kemaren, pas bu Wida nyuruh gue sama dia ambil buku di perpus." "Anjir lo Gen, cewek cantik kayak dia harusnya lo pepet di kelas!" Kiki menggebu-gebu. Hal itu membuat Revo menoyor kepala Kiki gemas. "Serius dulu onta!" "Gue ga kenal. Gamau kenal juga. Keliatan ribetnya." "Gen, Gen, awas aja gua liat lo deket sama dia!" Deno tiba-tiba nyaut dalam tidurnya. Sedikit membuka mata kemudian kembali tertidur. Hal itu membuat teman-temannya yang lain melempari Deno dengan kacang koro di atas meja. "Dua jam lagi cabut." kata Revo setelah mendapatkan pesan masuk ke ponselnya. "Ngapain bang?" "Biasa, anak AGOS ngajak balapan. Oke Gen?" Yang dipanggil pasrah saja sambil angguk-angguk. Lagi pula, siapa yang mau membantah titah sang ketua? Gentala juga sangat ahli di bidang ini. Gentala itu seperti singa, belum ada yang bisa mengalahkan strateginya dalam balapan. Hal itu juga yang membuat Gentala selalu menjadi harapan FIGHTER dalam bidang ini. Gentala si raja jalanan. •••
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN