Giginya gemeletuk melihat beberapa foto cetak yang menampilkan kelakuan anak perempuannya dengan lelaki tidak dikenal. Pamungkas mengepalkan tangannya kesal, pasalnya baru ditinggal beberapa hari saja anak perempuannya itu sudah berani berbuat macam-macam bersama laki-laki. Pamungkas tidak suka jika Naya dekat dengan lelaki lain, apalagi yang tampilannya berandal seperti lelaki di foto itu. Mengenakan jaket kulit hitam dan celana sobek, apakah bisa dikatakan laki-laki baik? Huh, Pamungkas tidak yakin. "Anak itu memang butuh pelajaran lebih!" Pamungkas melempar foto ke dalam tong sampah sebelum akhirnya beranjak mencari istrinya yang sedang masak di dapur. "Mah, lagi apa?" Indah menoleh sejenak sebelum mengembangkan senyumnya. "Lagi masak yah, kamu udah selesai kerja?" Pamungkas menga

