11 - Menolak

1101 Kata

"Gentala, UKS ke sebelah sana." Naya memberanikan diri mengangkat bicara setelah tahu arah jalan Gentala bukan ke arah UKS. Setelahnya Naya baru sadar jika mereka sedang berjalan ke arah pintu rahasia. Mau apa Gentala membawanya ke sana? Dengan keadaan Naya yang super kacau ini. "Gue tahu." Naya memilih bungkam saja karena binggung. Tarikan Gentala tidak begitu keras sehingga tidak menyakiti pergelangan tangannya yang sedikit membiru. Oh tidak. Bahkan Naya lupa merapihkan kunciran rambutnya yang entah sekarang sudah berbentuk seperti apa. Naya malu sekali. Ketika merasakan pegangan pada tangannya terlepas barulah Naya sadar jika Gentala sudah berdiri di depan pintu rahasia itu. Pandangan mata lelaki itu mengisyaratkan Naya untuk keluar dari sana. Naya mah nurut saja, takut juga jika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN