Tugas Terlarang Dari Sang Suami (7)

1137 Kata

Tangannya meraih tali kecil di pundak dasternya, dan dengan gerakan nyaris gemetar, ia melepasnya perlahan, bukan untuk menggoda, tapi untuk membuka segala rasa yang tak pernah bisa ia ucapkan dengan kata-kata. *** Cika telah kembali ke kotanya. Ruang apartemen Farhan seperti kembali sunyi. Hanya ada aroma samar dari bantal yang pernah dipeluk Cika, dan tirai jendela yang kadang masih bergoyang, seperti mengenang siluet tubuhnya yang pernah berdiri di sana, menatap langit pagi. Setiap malam, Farhan duduk di beranda, menatap langit. Ia tak merasa kesepian, tapi juga tak merasa lengkap. Ada sesuatu yang tertinggal. Bukan tubuh, bukan suara... tapi jejak rasa yang tak bisa dibersihkan oleh waktu. Suatu sore, saat gerimis jatuh pelan-pelan dari langit kelabu, ada yang datang mengetuk p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN