Hasrat Liar Ibu Kost (5)

1680 Kata

Ia teringat malam-malam bersama Didit. Nafasnya yang berat, tubuhnya yang kuat, dan tatapan itu, tatapan lapar yang membuatnya merasa hidup kembali. *** Puka duduk dengan tenang di kursi ruang tamu rumah Ana. Kedua tangannya bersedekap di pangkuan, matanya menatap lurus ke depan, sesekali melirik ke arah Ana yang duduk di seberangnya. Ana meneguk air putih yang sejak tadi hanya disentuh ujung jarinya. Hatinya berdebar, lebih kuat dari yang ia harapkan. "Terima kasih sudah mau datang, Puka," ucap Ana membuka percakapan. Suaranya bergetar, tapi ia berusaha tetap tenang. Puka mengangguk. Wajahnya polos, tapi tatapannya tajam. Terlalu dewasa untuk remaja seusianya. Ana menarik napas. “Saya tahu kamu melihat sesuatu kemarin. Dan saya… tidak akan menyangkal. Itu adalah suatu kesalahan. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN