Hasrat Liar Ibu Kost (4)

1284 Kata

Langkahnya semakin dekat ke lorong kamar kost. Seperti menyusuri lorong pikirannya sendiri. Gelap, sempit, dan penuh tanda bahaya. *** Pagi itu, Rudi bangun lebih siang dari biasanya. Matahari sudah tinggi, dan suara piring-piring dari dapur menandakan Ana telah lebih dulu bangun. Ia menguap, lalu melirik jam dinding. "Astaga… udah jam delapan lebih?" Di meja makan, Ana sedang menata dua piring nasi goreng dan dua cangkir teh manis. Ia mengenakan daster hijau pastel, rambutnya diikat longgar. Wajahnya terlihat segar, tapi matanya menyimpan sisa malam bersam Didit. Rudi keluar kamar dengan langkah tergesa. "Maaf, aku nggak bangunin," kata Ana sambil tersenyum tipis. “Kamu kelihatan tidur nyenyak banget. Aku pikir, biar sekalian istirahat, supaya pas bangun langsung segar.” Rudi men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN