Hasrat Liar Ibu Kost (3)

1232 Kata

Sebelum melangkah masuk ke kamar, Didit mendekat dan cepat-cepat mengecup bibir Ana dan mengigit lidahnya. Hangat, basah, dan penuh rindu. *** Hari-hari berikutnya berjalan seperti tak pernah terjadi apa-apa antara Ana dan Didit. Mereka menjalani peran masing-masing seperti biasa. Ana tetap menjadi Ibu Kost yang ramah, berbelanja di pasar pagi, menyiram bunga di halaman, menata dapur yang tak pernah sepi. Didit pun tetap menjadi penghuni kamar nomor tujuh, yang sopan, jarang keluar, dan hanya muncul kalau benar-benar diperlukan. Mereka tak pernah bertegur sapa lebih dari satu dua kalimat, apalagi di depan penghuni kost lain atau tetangga. Mata mereka saling menghindar saat tak sengaja berpapasan. Tapi di balik tatapan yang seolah tak saling peduli, keduanya menyimpan letupan yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN