Hasrat Liar Ibu Kost (2)

1427 Kata

Ana mendesah pelan, kepalanya sedikit menengadah. Ketika bibir Didit akhirnya menyentuh pundaknya, Ana tidak menghindar. Ia justru menggenggam leher Didit dan menariknya lebih dekat. *** Malam itu gerimis turun malas. Ana mengirim pesan pendek: "Dit... tolong beliin kayu putih ya, badanku panas. Anterin ke rumah ya, tolong..." Didit tak banyak berpikir. Ia langsung ke warung, membeli minyak kayu putih. Dan setelah itu, ia melangkah ke ujung gang, menuju rumah Ana. Ia membuka pintu pagar. Lalu membungkuk melepas sepatunya, tangan kanan membawa plastik kecil dari warung. Rambutnya basah. Kaos tipis melekat di tubuhnya, menonjolkan d**a yang bidang. Pintu rumah sudah terbuka. Ana duduk di sofa dengan wajah pucat. "Ibu sendirian?" Ana mengangguk lemah. Ia kemudian berselonjor. Tampak A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN