Bab 172

1038 Kata

Bagaskara "Istriku hanya tidak suka suaminya dianggap menjadi suami dari istri kakak iparnya," tegasku sambil menatap ke arah keduanya. "Tadi Mama hanya salah memanggil saja, sama sekali tidak ada niat untuk mengatakan hal itu." Wanita itu mengelak, seolah kami semua yang ada di sini sudah melakukan kesalahan karena salah menilai, dan hanya dia yang benar. "Bagas, dia mertuaku. Hormatilah!" ucap Gion dengan nada yang tidak biasa. "Aku tahu kau hebat, tapi kau tidak akan menjadi yang sekarang tanpa doa orang-orang yang ada di sekitarmu." Lembut, tapi mematikan, dan membuatku semakin tidak berdaya jika berhadapan dengan Gion. Dia salah satu orang yang harus aku hormati dan apa yang dikatakannya benar. "Maaf," lirihku, lalu menggandeng tangan Vania ke kamar. Aku juga memberikan kode kepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN