Bahayanya Fitnah

1184 Kata

Aku dan Yusuf sangat senang saat mendengar cerita Aga bahwa dia diam-diam sebentar lagi akan menikah. Hanya menghitung beberapa bulan lagi. Jadi dia pun sudah mempersiapkan sedikit demi sedikit kebutuhan nya nanti. Hari itu kami bertiga kembali lagi ke padepokan abah Burhan, untuk melanjutkan latihan kami yang kemarin. Abah Burhan sudah menyiapkan minyak balur untuk kami. Hari itu kami mulai praktek, mematahkan tebu dan bambu ke tangan dan kaki kami. Aku sempat deg-degan, karena ini baru pertama kali aku masuk pencak silat dan harus di tes seperti ini. Salah satu senior segera datang menghampiri kami. Bukan abah Burhan yang turun langsung, tapi ada anak buahnya yang ilmunya sudah cukup untuk di amalkan. Dia membaluri tangan dan kaki kami. Setelah itu kami dibawa ke lapangan, diminta memasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN