Satu pagi, saat aku akan bersiap-siap berangkat ke sekolah ponselku berdering. Kulihat nama Aga yang tertera di sana. "Kenapa Ga?" tanyaku. "Nanti sore ane mau ke padepokan." jawab Aga. "Siap ditunggu." kataku lagi. Aku sudah punya feeling bahwa Aga sedang tertimpa masalah. Biarpun Aga jarang ketemu kami dari semenjak dia break, tapi komunikasi kami tidak pernah putus. Dan dia akan melapor jika punya masalah apapun. Tapi hari itu dia berniat akan ke padepokan. "Ya Allah lindungilah aku selalu. Jagalah selalu rohani dan jasmani ku. Berilah aku rizki yang berkah." Begitulah aku berdoa sebelum berangkat sekolah. Kegiatan di sekolah normal seperti biasanya. Aku pulang dan stand by menunggu Aga di rumah. Dia datang agak sore, sekitar jam 5, mungkin sengaja mendekati waktu Maghrib, agar ka

