Serangan Nyi Sapnah belum berakhir sampai di sini saja. Dia akan menaruhkan suaminya untuk memerangi kami. Malam itu kami tidur di rumah masing-masing. Tapi Yusuf memberi pesan kepadaku dan Aga lewat w******p, bahwa nanti jam sebelum tidur kami harus melakukan shalat sunnah dan membaca zikiran-zikiran kami masing-masing. Aku menutup pintu kamarku rapat-rapat. Kemudian ku gelar sebuah sajadah. Aku segera melakukan shalat sunnah, dan setelahnya membaca amalan yang baru saja di perintah Yusuf. Aku tahu kenapa Yusuf menyuruhku untuk waspada, karena malam ini pastinya serangan akan datang kembali. Saat shalat aku tidak diganggu oleh sesuatu yang biasanya sering hadir menggangguku. Namun ketika membaca amalan-amalanku, wajah Nyi Sapnah yang kutemui dalam dunia sukma itu tampak hadir dalam pikira

