Tumbal & Kuntilanak Merah Part 2

1140 Kata

Hutan yang begitu rindang, sejuk dan lembab serta angin yang sedang meniup dedaunan menari-nari menyaksikan ku sendiri. Di salah satu akar pohon yang sangat besar, aku menyenderkan punggungku di sana. Melepaskan rasa lelah yang amat sangat. Namun tak ada seorang pun saat aku ingin meminta tolong. Ku tengok kiri kanan seperti ada yang membuntuti ku. Saat aku memejamkan mata dan menyandarkan kepalaku ke akar itu, tepat di depan mukaku makhluk menyeramkan dan ganas ini tertawa sangat keras. Lengkingan suaranya hampir memecahkan gendang telingaku. Aku membaca ayat-ayat Qur'an dia malah mengikuti bacaan ku. Aku membaca amalan-amalanku dia malah semakin marah. Aku diangkatnya sedikit demi sedikit. Tiba-tiba cairan hitam kental keluar dari kedua lubang hidungku. Aku membaca takbir sekencang-kenca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN