Sebuah pesan w******p datang dari kang Dimas. Dia mengatakan bahwa kang Mujib sudah berubah seperti dulu lagi. Kembali ke jalan yang lurus. Kami sangat senang mendengarnya. Kang Mujib malah lebih memilih ingin berguru kepada Yusuf. Karena pikirnya sama saja dengan berguru ke K.H. Darhami. Mungkin rasanya kalau langsung ke beliau, kang Mujib merasa malu atau gimana. Yusuf sendiri sudah diizinkan oleh bapaknya untuk memberi amalan dasar kepada siapa saja yang mau berniat mengamalkannya. Pada suatu malam Aga mengajakku ke rumah saudaranya yang sedang mengalami gangguan gaib. Dengan sebuah sepeda motor, kami berangkat menuju rumah saudara Aga. Tapi Yusuf tidak ikut, karena dia sedang kurang sehat. Mungkin kecapean. Dia hanya memberi arahannya saja pada kami. Dengan laju yang tidak terburu-bu

