Suara gemuruh para santri yang mengaji sudah dimulai. Mang bule segera memberi tahu kepada para praktisi yang sedang berkumpul di area padepokan bahwa seperti nya serangan dari para dukun sudah dimulai juga. Maka kami semua mulai membagi posisi kami masing-masing. Para praktisi mulai membacakan do'a-doa, Yusuf dan mang Bule berada di garda terdepan. Aku dan Aga mengambil posisi di antara para praktisi itu. Beberapa kali suara ledakan dari sebelah timur terdengar dengan sangat jelas. Angin malam itu begitu kencang, pertanda dua kekuatan sedang beradu. Nyi Sapnah dengan percaya dirinya akan mampu menghancurkan kami. Dia benar-benar akan mengerahkan segala kemampuannya. Para pasukan gaib yang dipersiapkan sudah dikirim menuju kami. Dua praktisi diantara kami ada yang mental, berbarengan denga

