Gilbert tengah terpuruk saat ini, pemuda itu terlihat tengah berjalan mondar-mandir di depan ruang UGD. Menunggu kabar tentang bagaimana keadaan istrinya. "Ya, Tuhan...tolong selamatkan istriku," doanya, sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia kalut, tak tau harus meminta bantuan pada siapa lagi selain kepada sang maha pencipta. Ia hanya bisa menatap sedih lampu merah yang menyala di atas pintu ruangan tersebut, berharap lampu itu segera berubah menjadi hijau. Ia ingin menangis, namun air mata nya seakan sudah mengering. Tiada lagi air mata yang bisa keluar dari pelupuk matanya. Hingga kedatangan dua sosok dewasa, sedikit membuat nya merasa lega. Beban di dalam hatinya sedikit berkurang. "Mom, Dad," ucapnya parau. Sosok wanita dewasa itu segera merengkuh pemuda y

