Gloria menemui Julio, gadis itu menumpahkan tangisannya di pelukan hangat pemuda tersebut. Siapa pemuda itu baginya? Kenapa dia seakan begitu dekat dengan sosok itu?. Jawabnya, tak tau. Gloria sendiri juga bingung, atas dasar hubungan apa dengan pemuda yang bernama Julio tersebut, hingga ia mampu menangis di pelukannya. Saudara, sahabat? Sepertinya bukan. Pemuda itu hanya kebetulan mengenal nya beberapa hari yang lalu, yang ia ketahui sebagai mantan kekasih dari istri pemuda yang sekarang menyandang sebagai mantan kekasihnya tersebut. "Aku sakit,...aku kalah! Aku tidak bisa mempertahankan kekasihku," racau Gloria, seraya memukul pelan d**a pemuda yang mendekap nya. Julio hanya tersenyum, menatap gemas gadis di pelukannya. Ia tau betul apa yang gadis itu rasakan saat ini, ia pun juga per

