Kalau omongan cowok nggak bisa dipegang, ya harusnya lo video in atau screenshot lah, Vren.
•••
"g****k! Gue udah bilang kan kalau lo jangan pernah ngingkarin janji, Sat! Apa susahnya sih cuma ngajarin Dara main basket? Dia gak minta aneh-aneh kan? Dia cuma mau deket doang ma lo." Khalid berteriak emosi dengan urat-urat wajah yang membiru, dia meledak di hadapan Suga dan Nabil yang diam saja.
"b*****t banget lo, Ga! Lo ngebuat Dara nunggu tiga jam dan ngebuat dia harus hujan-hujanan!" Khalid menatap pemuda itu tajam, dia belum puas untuk memarahi Suga.
"Sabar dulu napa, Lid. Jan teriak dulu, ntar ada yang denger. Kita masih di kantin loh ini," ucap Nabil memperingati bahwa mereka saat ini sedang di pojok kantin, membolos. Lebih tepatnya, Nabil dan Suga ditarik oleh Khalid untuk cabut dari kelas.
"Ck! Seluruh sekolah udah tau kali kalau Dara di PHP in sama Suga. Dia dicap sebagai cewek b**o yang ngejer-ngejer Suga, berita udah nyebar! Reputasi ketua osis kita udah rusak," bentak Khalid menatap Nabil emosi, lalu dia menunjuk Suga dan kembali berkata, "semua gara-gara lo, njing!"
Suga menghela napasnya melihat Khalid yang sudah meledak. "Sorry, Lid. Kemarin gue ada urusan penting yang gak bisa ditunda, gue mau ngehubungin Dara tapi gak ada nomornya," ujar Suga bernada datar.
Brak!
"Sorry lo bilang? Setelah semua yang lo lakuin ke sahabat gue? Iya?!" bentak Khalid dengan memukul meja membuat beberapa siswa yang baru memasuki kantin melihat mereka atas bunyi nyaring yang mendengung karena kantin kosong. Bahkan, sedari tadi para penjual menatap mereka khawatir jika ada adu hantam di circel tersebut.
"Lo bisa biasa aja gak sih ngomongnya? Gue ngelakuin kesalahan yang begitu fatal apa, HAH?!" Suga berkata tajam sembari berdiri dengan tangan mengepal, terpancing emosi.
Posisinya, Khalid dan Suga berdiri dengan meja sebagai penghalang mereka. Sedangkan Nabil masih memantau keadaan.
"Anjing! Seenaknya banget lo gitu? Lo masih ada rasa bersalah gak sih? Coba pikir pake otak lo itu, Sat!" Khalid berkata seraya menunjuk-nunjuk ke arah Suga membuat keadaan kian panas. Apalagi para murid di sana semakin banyak yang berkumpul untuk melihat pertengkaran besti yang seperti perangko itu.
Suga mengatupkan rahangnya kuat-kuat membuat wajahnya kian mengeras dengan tatapan setajam pisau tersebut tetap tidak membuat Khalid merasa takut. "Lo kenapa semarah ini sih, Sat? Kenapa sama Dara? Pacar lo itu DARA atau FUSPITA, sih?!" tanyanya menyipitkan mata curiga dengan nada sinis.
Nabil yang merasakan hawa-hawa mulai panas ditambah dengan ucapan keramat Suga yang pastinya membuat Khalid kian emosi pun ikut berdiri dan merentangkan tangannya di tengah-tengah sahabatnya itu. "Stop, jangan childish dan bikin keributan di sini!" lerainya.
Khalid mengacuhkan ucapan Nabil, dia menarik kerah Suga dengan kedua tangannya membuat pekikkan terdengar di seluruh kantin. Suga dan dirinya beradu pandang dengan tatapan tajam serta sinisnya.
"Kenapa mau tau? Jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan kita Sat, lo gak berhak dan gak punya hak!" cecar Khalid.
"Ck," decak Suga jengah sembari memutar bola matanya malas.
Lalu dia kembali berkata meremehkan, "lo gak perlu sok jadi pahlawan buat orang lain sedangkan lo mengabaikan pacar lo sendiri. b**o banget jadi cowok, lo pikir Dara bakal berterimakasih gitu sama lo? Cih!"
Khalid mengangkat sebelah alisnya dan sebelah senyumannya. "Ck, lo tau apa tentang hidup gue, Njing? Jangan belagak sok tau!"
"Berenti kan gue udah bilang? Njing-njing!" Nabil menghentakkan tangan Khalid yang mencengkram kerah leher Suga membuat pemuda itu mundur beberapa langkah. "Bisa dibicarain pelan-pelan kan?!"
"Gu—"
"KHALID STOP!" Teriakan Dara menggema di seluruh kantin memotong ucapan sarkas Khalid. Gadis itu sedikit berlari menghampiri meja Khalid dan menarik mundur pemuda itu secara kasar.
Dia memandang Khalid tajam dengan wajah merah emosi. "Lo apa-apaan sih?" bentaknya dengan mencengkram lengan Khalid kuat.
Khalid memutar bola matanya malas sembari menghardik Dara agar melepaskan cengkeramannya. "Lo ngapain di sini? Bolos?"
"Ayo pergi," perintah Dara menarik Khalid untuk pergi dari kantin tetapi pemuda itu tidak bergerak sedikitpun malah memandang Dara tajam.
"Plis, jangan buat gue tambah menyedihkan lagi, Lid. Ayo pergi," bisik Dara dengan wajah memelas, air matanya hampir jatuh menatap Khalid yang sedikit melunak.
Fuspita yang ada di sana hanya terdiam, begitu pula dengan Rana dan Alpiyya yang mematung.
Khalid menatap Dara dalam sebelum kembali melirik Suga kesal. "Oke."
Dara melepaskan pegangan tangannya kepada Khalid dan ingin beranjak pergi sebelum pemuda itu menarik jari-jari tangan nya untuk diam di tempat. Dara menatapnya bingung apalagi ketika Khalid menarik pundaknya untuk menghadap Suga.
"Lo," tunjuk Khalid terhadap Suga.
Suga menaikkan sebelah alisnya ke atas bingung tanpa menjawab ucapan Khalid.
Dara berdecak pelan sembari berusaha melepaskan cengkraman Khalid di pundaknya yang terasa kuat.
"Kalau gak bisa nepatin janji, lebih baik gak usah buat janji. Apalagi berani menyetujui permintaan orang lain yang melibatkan perasaan."
Setelah mengatakan itu, Khalid langsung menarik Dara dan Fuspita pergi dari kantin dengan cepat. Meninggalkan Suga yang memandang mereka dengan tatapan sulit di artikan.
Apalagi dengan Alpiyya dan Rana yang menatap pemuda itu tak suka.
•••
"Lo apa-apaan sih Lid bilang gitu sama Kak Suga," hardik Dara saat mereka sampai di kelas gadis itu yang kosong.
"Masih mau belain Suga? Setelah lo di gosipin seluruh sekolah, iya?!" Khalid membentak Dara membuat gadis itu terdiam.
Melihat keterdiaman Dara, membuat Fuspita maju untuk berdiri di antara kekasih dan sahabatnya itu. "Lid, lo kenapa segitunya terlibat urusan Dara di saat dia bilang bisa menyelesaikannya sendiri, sih?" tanya Fuspita jengah dengan dahi mengerut dalam.
"Kenapa? Lo mau ngelarang gue juga?" Khalid menjawab menantang bernada tak suka.
Fuspita membelakkan matanya gak percaya mendengar ucapan Khalid yang berbeda dari biasanya. Dia menyipitkan matanya dan berkata, "kalau iya, lo mau apa?!"
Khalid berdecih sinis. "Lo gak punya hak buat ngatur-ngatur gue!"
"KHALID!" Dara membentak marah menatap pria itu lalu beralih menatap Fuspita yang mematung membeku menatapnya. "LO KETERLALUAN, TAU GAK?!" lanjutnya berteriak.
"Gue udah pernah bilang kan sama lo, walaupun gue ada pacar juga ... prioritas gue tetap lo, di urut nomor atas. Gak ada bisa menggantikan dan gak akan pernah digantikan dengan orang lain!" Khalid berkata remeh dengan tersenyum sinis.
Fuspita mengusap lelehan air matanya yang jatuh kian deras di kedua pipinya dan menatap Khalid sejenak sebelum pergi dari sana tanpa mengatakan apapun.
Dara menghembuskan napasnya yang terasa berat sebelum menatap Khalid sendu dan berbisik lirih, "lo masih sebegitu obsesinya sama gue, ya ...."
Khalid menggeleng pelan. "Gue udah gak obsesi lagi sama lo Dar, tapi gak akan pernah ngelepasin lo sebelum ada cowok yang benar-benar bisa ngejaga lo selain gue," jawabnya dengan berbisik.
Rana melihatnya, gadis itu menghela napas sebelum mengambil handphone dan mengirimkan pesan kepada Suga dengan emosi.
[Mr. Cold Suga]
[Where are u?]
[I kill u!]