Pesan & Pendekatan

1020 Kata
Lo harus mempertahankan dia yang mampu menurunkan egonya dan memberikan kesabaran saat menunggu lo berbalik ke arahnya. ••• Namanya juga Dara, gadis energik yang tidak akan menyerah untuk seluruh hal. Termasuk perasaannya. Setelah dipermalukan di seluruh sekolah pun, gadis itu tetap menyukai Suga dan tetap menganggumi walaupun dari jarak yang jauh. Terbukti dari kelakuan nya yang makin terbuka terhadap Suga baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Seperti saat ini, menghampiri Suga dengan teriakan membahana yang menggemparkan seluruh kantin. Dengan tidak malunya, Dara berteriak dari pintu serta berlari ke meja Suga dan kawan-kawan. "KHALID~" Ya walaupun dia tidak berani meneriakkan nama Suga, namun malah menjadikan Khalid sebagai topengnya. Rana, Alpiyya, dan Fuspita hanya menutupi wajahnya menggunakan tangan sembari mengikuti jejak Dara yang hari ini lima kali lipat lebih semangat daripada kemarin, saat wedang cosplay menjadi cewek tersakiti, ea. Dara menyengir sembari mendekati Khalid yang sudah melotot terkejut dan hampir saja memuntahkan es teh miliknya yang baru saja diminum seteguk. Suga melirik Dara dengan tidak minatnya sedangkan Nabil menarik pelan lengan Alpiyya untuk duduk di dekatnya. Khalid, Fuspita, dan Dara duduk berdampingan, dan Rana duduk bersebelahan dengan Suga yang hanya memasang wajah datarnya. Dara menggigit bibir bawahnya sedikit kuat ketika melirik Suga yang sangat menggemaskan ketika makan tanpa berani menatapnya langsung. Dia masih malu-malu kucing! Khalid mendengkus pelan dan menyenggol lengan Dara menggunakan sikunya. Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Dara dan berbisik, "ck! Kenapa Mpus lo ajak sih? Inget, gue masih marah ini!" Dara tersenyum sebelah meliriknya sinis. "Lo yang buat salah kenapa Mpus yang harus ngehindar? Situ masih waras?!" Dara sengaja berkata dengan sedikit menaikkan volume membuat circle di meja tersebut mengalihkan pandangan ke mereka, kecuali Suga. Dia masih fokus makan dan bermain game online-nya. "Ck!" Khalid berdecak gugup saat dia melirik Fuspita yang tertangkap basah membuatnya salah tingkah. "Lo kenapa sih, Lid? Mau sampe kapan marah-marahan sama sahabat gue? Minta maaf duluan lah jadi cowok," ketus Dara sembari berbisik dengan mata yang berfokus melirik-lirik ke arah Suga yang sedang berbincang dengan Rana, entah berbicara apa. Khalid memanyunkan bibirnya sembari membuka handphonenya, mengutak-atik sebentar lalu memberikan kepada Dara yang disambut dengan tatapan bingungnya tapi tak urung untuk mengambil barang tersebut. Oh, ternyata sebuah aplikasi pesan antara Khalid dan Fuspita. Khalid dan Dara saling bertatap-tatapan, seolah-olah sedang bertelepaty dan mengangguk bersamaan. Lantas, Dara membaca pesan mereka. [Fuspita Calon Mantan!>] [Serah u] Anda [Jan jd ke ce yg bny tngkh Fus!] [Fuspita Calon Mantan!>] [L ngjk brntm?!] Anda [Y] Dara memutarkan bola matanya membaca gaya tulisan pasangan bucin yang sedang bertengkar jadi singkat seperti Suga, haha. Dara melirik Khalid singkat yang tengah memperhatikan Fuspita calon mantannya secara diam-diam. Lalu dia membali membaca pesan di dalam hati dan otak untuk menterjemahkan nya. [Fuspita Calon Mantan!>] [Ck! Y udh, breaj aj!] [G ush hub in w] [G sdi] Anda [Y] [Pedean] [Fuspita Calon Mantan!>] [Sok iy u njing!] Anda [Kasar ya caltan!] [Fuspita Calon Mantan!>] [W?] Anda [Calon mantan~] Dara ingin membanting handphone Khalid namun di hentikan oleh pemuda itu. "Baca dulu sampe habis!" "Ck, jan banyak basa-basi dah. Enek gue," cibirnya kesal tetap membaca pesan mereka. [Fuspita Calon Mantan!>] [Jangan temuin gue lagi kalau lo masih ikut campur sama masalah Dara] Anda [Cemburu?] [Fuspita Calon Mantan!>] [G] [Dia bukan anak kecil lagi yang harus lo perhatiin] Anda [Dia sahabat gue. Kok repot sih?] [Fuspita Calon Mantan!>] [Gue g suka. Itu masalah percintaan dia sama Kak Suga. Kenapa lo yang marah-marah, deh?] Anda [Itu juga masalah gue. Kenapa lo yang sibuk, sih?] Sebenarnya, pesan mereka masih panjang. Sedang berdebat mengenai dirinya. Namun, Dara tidak ingin lanjut membacanya apalagi saat Fuspita dan Rana beranjak pergi untuk ke kelas duluan, tidak basa-basi mengajak Dara. Nabil dan Alpiyya sudah pergi berduaan entah ke mana, meninggalkan Khalid, dia, dan Suga di meja tersebut. Khalid merasakan lirikan Dara yang seakan mengusirnya. Dia beranjak pergi setelah mengedipkan sebelah matanya kepada gadis itu. Dara menahan senyumnya lalu beralih menatap Suga, dia tidak menyadari apa yang sedang terjadi di sana. "Kak Suga," panggil Dara. "Hm?" Suga menjawab tanpa menoleh, masih berfokus kepada layar gadget miliknya. "Malam nanti, bisa keluar gak? Deket sekolah sini ada yang ngadain pasar malam loh, ke sana yu Kak." Dara menawarkan diri dengan harapan yang besar, berharap semoga Suga menerima ajakannya. "Ga, sibuk." Dia berkata dengan datar dan tanpa beban. "Kalau jalan ke cafe gimana, Kak?" tanya Dara lagi pantang menyerah. Suga diam saja menjawab sebagai respon. Dia sedikit malas untuk menanggapi Dara, sepertinya. "Ck. Kalau nonton bioskop gimana Kak? Ada film bagus loh, kakak suka genre apa?" Dara kembali bertanya tanpa menyerah, apalagi dengan suara antusiasnya. Suga tetap diam tak mengeluarkan suara sedikitpun membuat Dara mencebikkan bibirnya gemas dengan tingkah pemuda itu. "Kak, jawab dong, is! Kalau kakak gak ngomong, gue mana tau apa yang kakak suka dan gak suka," rengek Dara dengan menghentak-hentakan kakinya di lantai secara kesal. Suga meliriknya sejenak. "Males ngomong sama lo," jawabnya dingin. "Cuek amat sihh," cibirnya sebal. Suasana di meja mereka hening sejenak, membuat Dara ingin menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal. Kalau Suga mah jangan di tanya, dia masih fokus kepada benda di tangannya tidak kepada Dara. "Kak, gue suka sama lo," ucap Dara sembari menopang pipinya di tangan kananyang bersender di atas meja. Tangan kirinya dia gunakan untuk memainkan sedotan dengan bosan. "Tau," jawab Suga tak menatapnya. Melirik pun tidak, menjawab dengan singkat dan datar. "Is. Kasih respon yang bagus kek Kak, kaget gitu! Atau tatap gue," kesal Dara. Suga menghela napasnya sejenak lalu menatap Dara. "Stok bacotan lo berapa banyak sih? Gak bisa diem sebentar?!" tanyanya ketus. Dara melongo. "Hah?!" "Kalau lo ngebacot sebanyak ini, apa nanti pas kita nonton masih ada stok pembicaraan?" Pertanyaan Suga membuat Dara terkejut sampai terbengong-bengong, dia menatap Suga yang sedang santainya pergi nyelonong meninggalkan dirinya yang bingung dengan ucapannya. Setelah dia sadar, gadis itu berlari ke arah keluar kantin dan hanya bisa berdiri di pintu kantin menatap punggung Suga yang berjarak sepuluh meter bersama dengan sahabat-sahabat nya. "KAK TANGGUNG JAWAB, MAKSUD OMONGAN LO APA?" Dara berteriak kencang membuat beberapa pasang mata menatap mereka bingung. Dengan menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, Dara kembali berteriak, "SETELAH INI, GUE GAK NERIMA PEMBATALAN UCAPAN. DITUNGGU, KAK~"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN