Menfess dari Suga (?)

1151 Kata
Lo mati-matian jaga perasaan di sini Dia mati-matian jaga rahasia di sana Sebegitu indahnya siklus hubungan ini. ••• Kotak Pesan Suara atau Menfess Adalah salah satu program OSIS yang diluncurkan oleh Dara berhasil menarik setiap perhatian seluruh sekolah. Program yang dimaksudkan adalah pesan curhat yang dikirimkan melalui pesan atas nama unknown dan akan dibacakan oleh Dara melalui radio sekolah setiap jam makan siang atau free class. MC yang membacakan sesi ini berbeda-beda, dua minggu pertama yaitu Dara, dan dua minggu terakhir dibacakan oleh Fuspita dalam sebulan. Hari ini, adalah jadwal kencan pertama Dara dan Suga yang bertepatan dengan kegiatan OSIS gadis ini. Ya walaupun jadwal Dara membacakan manfess itu di siang hari saat sekolah dan jadwal kencan yang dibuat oleh Suga setelah pulang sekolah, tetap saja membuat Dara kelabakan dan pusing tujuh keliling. Dengan wajah tertekuk, Dara terduduk di belakang mikrofon radion sambil menggulir layar ipad milik tim osis yang berisikan puluhan pesan singkat curhatan yang di kirimkan oleh siswa-siswi sekolahnya. "Bibirnya jangan berbentuk segitiga siku-siku gitu dong," goda Fuspita disoraki oleh anggota OSIS. "Yeah, lagi ngambek nih ceritanya?" "Huuu~" "Uri Leader, fighting!" Dara melirik mereka malas, apalagi saat Fuspita mengangkat tangannya dan mulai menghitung mundur menggunakan jari-jarinya. 5 4 3 2 1 "Hallo, Guys! Selamat siang, selamat mengistirahatkan otak yang ngebul akibat pelajaran pagi ini~" Dara langsung mengubah mimik wajahnya se-ceria mungkin saat mengucapkan perkataan pertamanya. Dia tersenyum manis dengan keadaan hati yang berangsur-angsur membaik. "Balik lagi sama gue, Dara Manis terlucu, kyud, dan tak tertandingi di sini~" "Ada yang kangen gak nih sama gue?" Dara bertanya dengan nada gembira walaupun tak ada jawaban. "Udah lama banget ya kalian gak denger suara gue? Pasti kangen lah, suara gue kan ngangenin, eaaa~" Anak-anak OSIS ikut terkekeh kecil mendengarnya begitu pula dengan para siswa lainnya. "Cie, pada nungguin gue ya? Oke! Cus, mari ke TKP!" seru Dara semangat. Dia membuka salah satu pesan yang tidak tandai oleh Fuspita. Pesan sudah di seleksi dan di tandai, tetapi Dara tidak ingin membukanya serta membacanya karena pasti pesan tersebut tidak seru dan terkesan biasa aja. Tidak seperti pesan bar-bar yang dipilih oleh Dara secara langsung. "Untuk Adik Manis, Berkacamata Hitam Kelas Sebelas IPA 1 ...." Dara mulai membacakan bagian awal, dia merapatkan bibirnya dengan wajah menggoda dan kembali melanjutkan ucapannya, "dari Kakak Kelasmu yang Tergila-gila akan Senyum Kotakmu, Dik." "Yuhuuuu, temen seangkatan gue nih. Yok-yok IPA 1 yok, tunjukkan pesonamu, hahaha!" Dara tertawa terbahak dengan senyum menyeringai. "Dik, kalau lagi baca buku di perpustakaan jangan senyum ya! Senyumanmu itu loh, melelehkan hati dan membuat hubunganku bersama pacar hancur. Plis, stop senyum kecuali kita jadian!" "Huhuuu, ah ada penggoda tanpa sengaja nih! Tolong ya Rek, pas ke perpus pake masker aja supaya gak ada yang bisa nyuci mata lagi hahaha," seru Dara berpendapat sekaligus mengakhiri sesi pertama. "Yuk, next." Dara kembali menggulir layar untuk mencari-cari pesan yang membuatnya menarik. "Hmm, yang mana ya. Guys, jangan nge-spam ya soalnya tar Menfess lorang tenggelam," peringat Dara saat runtutan pesan masuk memintanya membuka pesan dari penulis. "Nih, ada nie. Kak Dara, tolong pesan ini harus dibaca sama Kak Dara. Harus Kak Dara!" Dara menganggukkan kepalanya mengerti. "Oke, ini gue ges, hadir~" "Kak, mau curhatttt. Kak, aku nih cewek kak, udah ada pacar yang satu sekolah, di sekolah ini juga. Tapi aku ada crush lain, Kak. Ottokee?" "Jadi, ceritanya begini Kak. Aku udah lama nge-crush in satu kakak kelas yang menarik sejak masuk ke sekolah ini. Tapi, beberapa bulan yang lalu, pacarku ini nembak duluan Kak ... perasaanku ke dia itu biasa aja sih Kak, gak terlalu bucin banget dan gak mau kehilangan dia." Dara menghentikan ucapannya guna menarik napas dan kembali berkata. "Dan, beberapa minggu yang lalu. Mas Crushku ini nge-confess kak, coba kakak bayangin!! Seberapa bahagianya aku saat orang yang kita suka itu ngasih kode ke kita? Huhu, kesempatan gak datang dua kali kak jadinya ku-confes balik dong. Tapi, beberapa minggu jalin hubungan sama dia kok aku merasa bersalah sama pacarku ya Kak?" "Aku harus milih antara pacarku atau mas crushku, Kak?" Dara menghentikan ucapannya saat diakhir pesan tersebut yang dikirimkan oleh akun fake. Dia berdecak pelan dan mencibir, "ck, hidup lo cem drama ya, Neng!" Fuspita melotot mendengarnya dan menatap Dara tajam membuat gadis itu tersenyum sebelah. "Berasa ngebaca novel gue, Antara Pacar dan Selingkuhan, hahaha." Dara tertawa dengan sedikit canggung. "Hmm, ini salah lo ya. Sedikit karma karena menjadikan pacar lo sebagai pelampiasan akibat gak dilihat sama your crush. Piyee ikiii, kue nyaman karo wonge kui tapi rak ingin melepasno pacarmu, to?" tanya Dara bercanda. "Coba lo buat analisa statistik jangka panjang menggunakan rumus kuadrat segitiga siku-siku. Lo bayangin, bahagia mana antara sama your boyfriend or your crush. Pertahankan seseorang yang bisa ngebuat lo nyaman dan bisa menjadi tempat berpulang. Paham, Neng?" "Oke, gue bacain Menfess terakhir ya guys. Hari ini gue cuma bisa ngebacain tiga aja because ntar gue mau kencan, guys!!! Setelah berabad-abad menjomlo dan menjadi ejekan klean, gue bakal taken lagi. Awas lorang gue aduin ke my crush!!" Dara memamerkan apa yang dia alami membuat semua siswa bersorak di luar sana. "Oke, hmmmmm ... yang mana nie, bingung sich. Buanyakkk banget," sembur Dara sedikit memprotes saat pesan masuk sedari tadi sedikit lebih banyak dari pada awal tadi. Dara mendapatkan satu pesan dari seseorang dengan username 'Akun Kakak Kelas' membuatnya tertarik dan lekas membukanya. "Untuk Ketua OSIS yang lagi deketin gue~" "Hai, ini dari your crush." Dara menghentikan ucapannya saat membaca bagian awal yang membuatnya terkejut. "Apa ini dari Suga?" tanya-tanya Dara dalam hati sembari melirik kepada Fuspita yang juga menatapnya kaget. "Introduction, ini gue gak tau ya ketua OSIS itu gue atau bukan." Dara berkata lagi untuk meluruskan kesalah pahaman. "Gue ada pacar, sejak tahun lalu. Kami breakstreet karena dia gak mau di iri kan oleh seluruh sekolah sebab gue seterkenal itu di sekolah. Gue sayang banget sama dia, because, she's fist love. Sejak dulu." Dara tidak ingin membacanya lagi karena perasaannya yang kacau tetapi di tahan oleh Fuspita yang terus menatapnya seolah-olah berkata untuk terus membaca. "Gue selalu ngebuat lo ngejauh, ngebuat lo benci gue. Tapi kenapa lo semakin dekat ngebuat pacar gue ngerelain kita bersama? Please, lepasin gue karena gue sayang banget sama dia ... Dara." Dara membeku saat namanya dipanggil di akhir pesan tersebut dengan nada lirihnya. Lidahnya keluh saat pesan kembali dikirimkan oleh orang tersebut masuk ke ponselnya. [Akun Kakak Kelas] [Ini buat lo, Dara. Lo cewek baik dan kalau gue gak punya pacar, mungkin gue suka sama lo. Lo bukan perusak hubungan orang Dar karena lo gak tau hubungan gue, jadi ... stop deketin gue lagi. Paham kan?] Dara melemas, tangannya hampir saja terjatuh jika saja tidak ada meja di sana. Gadis itu merasakan tatapan anak-anak OSIS yang mengkhawatirkan dirinya. Dara kembali berkata, "guys, ini bukan gue. Karena gue ... udah jadian." Fuspita dan Dara saling menatap. Sahabatnya itu mengangguk memberikan semangat kepada Dara yang memiliki mata berkaca-kaca menatapnya. Dara menarik napas dalam-dalam. "Sama Kak Suga."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN