"Apa yang haru saya lakukan bu?" Linggar memeluk ibunya. Leyla Erdem Tanumaja, wanita berdarah Turki yang dulu datang ke Indonesia sebagai diplomat muda. "Enten nopo nak?" Meskipun berdarah turki, beliau fasih dalam berbahasa jawa. "Saya bertemu dengan Cah Ayu bu?" Ada getaran di nada suara itu. "Loh, ya alhamdulillah toh. Terus kenapa panjenengan gelisah?" Leyla melepaskan pelukan putranya. Menatap pria berumur 33 tahun itu. Linggarjati Emir Tanumaja. Tinggi 183 cm, bahu bidang, postur tegap khas lelaki berdarah bangsawan. Rambut hitam tebal sedikit bergelombang, sering disisir rapi ke belakang. Mata berwarna coklat keemasan dengan bentuk tajam dan dalam—warisan dari darah Turkinya. "Dia sudah memiliki suami bu." Ada kekecewaan di manik mata itu. Leyla tersentak. Tau betul apa y

