63

1441 Kata

Empat bulan telah berlalu. Waktu berjalan dengan caranya sendiri—tidak menyembuhkan sepenuhnya, tapi cukup mengajarkan bagaimana caranya bernapas tanpa rasa sesak. Bagaimana caranya ikhlas meski berperang dengan perasaannya. Bagaimana mencintai tanpa meminta dia untuk membalasnya. Hari ini, Raden Ayu Kirana Ratnadewi berdiri di depan gedung Maheswara Group. Langkahnya mantap. Busana yang ia kenakan sederhana namun elegan, mencerminkan perannya kini—bukan lagi sebagai istri seseorang, melainkan perempuan yang memegang tanggung jawab besar atas nama keluarga Wicaksana. Ia datang bukan sebagai masa lalu. Melainkan sebagai mitra kerja. Raden Arya sudah menunggunya di ruang meeting lantai atas. Tak ada kecanggungan saat mereka saling menatap. Tidak ada lagi tatapan penuh tuntutan, tidak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN