84

1354 Kata

Widia melangkah keluar dari gedung Maheswara Group dengan map tipis berisi salinan perjanjian yang baru saja ia serahkan langsung kepada Raden Arya. Udara siang terasa lebih panas dari biasanya, atau mungkin pikirannya yang terlalu penuh. Semenjak Raden Ayu pergi ke Turki, semua perwakioan dilimpahkan padanya untuk sementara waktu. Tugas itu bukan tugas ringan. Cukup melelahkan sebenarnya. Tapi rasa tanggungjawab dan rasa terima kasih sepertinya bukan apa-apa setepah apa yang diberikan keluarga Wicaksana padanya sejak dia kecil. Permintaan khusus dari Raden Ayu—yang meski sedang berada di Turki bersama suaminya, tetap mengontrol setiap detail perusahaan—harus rampung sebelum ia kembali ke Indonesia tiga hari lagi. Dan Widia baru saja memastikan semuanya berjalan sesuai arahan. Ia mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN