Pendopo Arga berdiri megah seperti biasa. Sunyi. Terlalu sunyi untuk hati Raden Arya yang baru saja kembali dari perjalanan yang menguras segalanya. Menguras tenaga, pikiran dan hatinya. Dia kembali ke kehidupannya yang sepi. Meski sebelumnya sepi tapi masih ada istri yang tak dia inginkan. Berulang kali dirinya menghela napas berat. Menghirupnya, berharap bisa meredakan sedikit saja rasa sesak yang menhimpit. Namun saat helaan itu dia hembuskan tak banyak yang bisa dia rasakan. Sama. Masih sama. Sesak yang dia rasakan. Mobilnya baru saja berhenti ketika pandangannya langsung tertuju pada wanita yang saat ini sangat, sangat dia benci. Kenapa harus melihatnya lagi? Bukan ini yang dia harapkan saat kembali ke Jogja. Ke pendoponya. Matanya sedikit memicing. Kembali menghembuskan napas s

