"Silakan. Jangan cemas, anak muda. Dia hanya perlu bicara." Davion mengangguk. Setelah mengucapkan terima kasih dengan bisikan, dia berjalan mendekati Larius yang termenung. Tampak tenggelam dalam buku bacaan. Ketika Davion mendekat, dia berpikir kalau pria paruh baya itu berusaha melarikan pikirannya ke fokus lain. "Selamat pagi," sapa Davion canggung. "Selamat pagi," balas Larius ramah. Menatap Davion setelah dia mendongak, tersenyum tipis. "Duduklah di sini. Jangan sungkan. Santai saja, anak muda." Larius berusaha bersikap hangat, santai sebagai khas seorang ayah. Dan itu membuat Davion semakin kaku. Davion menurut dalam diam. Ketika dia duduk dan melirik Larius yang menutup buku, melepas kacamata baca dan menarik napas panjang. "Apa kabar?" "Aku baik. Bagaimana dengan Anda?" "Tid

