53

1518 Kata

Mendapati dirinya tercenung dalam diam, Rail tidak tahu harus berbuat apa untuk menyingkirkan kenangan berbentuk fisik di depan mata. Yang tergambar begitu manis. Sampai-sampai rasanya pembuluh darahnya pecah dan membuat jantungnya tertikam seribu belati tak kasat mata. Masa-masa seragam mereka menyenangkan. Tapi sekarang berbeda. Waktu itu telah usai. Dan seandainya dia meminta untuk kembali, semesta akan menolak dengan beribu alasan sederhana. Masa-masa indah itu sudah berakhir. Yang terkumpul dalam ingatan hanya berupa kenangan. Memori menyenangkan yang tak akan lekang oleh waktu. Begitu membekas. Langkahnya getir melintasi permukaan lantai yang dingin. Saat napasnya berembus panas, menyentuh polaroid manis yang menunjukkan potret dirinya dengan Amara di festival bertahun-tahun lalu. 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN