33. Kebenaran Terungkap

1170 Kata

Hanya Alara yang berada di sini. Aroma khas tanah basah seolah menjadi penenang baginya. Wajahnya masih basah oleh air mata yang selalu menetes tanpa henti. Hatinya begitu terluka karena kehilangan wanita yang telah melahirkannya. Saat Alara sedang bersedih atas kepergian sang ibu, Selim hanya bisa memperhatikannya dari jauh. Ingin rasanya ia berlari menghampiri gadis itu dan membawanya ke pelukannya. Namun, ia harus menahan diri mengingat perlakuannya pada Alara. Selim melihat Alara berdiri. Ia pun meninggalkan gundukan tanah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir sang ibu tercinta. Pria itu bergegas mengikuti Alara. Selim bernapas lega karena tempat yang dituju oleh gadis itu adalah rumah peninggalan orang tuanya. Saat ia memantau apa yang sedang dilakukan oleh Alara, ponselnya b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN