Avaric Aku hampir saja memesan tiket pesawat untuk terbang ke Bali saat ini juga. Karena Sashi sejak tadi tidak menjawab teleponku atau membaca pesanku sama sekali. Ingin rasanya aku mengerahkan setiap orang di Bali untuk menemukan keberadaan Sashi saat itu juga. Namun akhirnya ketika hari sudah sore, dari semua orang yang kuhubungi Bunda akhirnya mengangkat teleponnya. Aku bisa mendengar jelas Bunda mengetuk pintu dan memanggil Sashi yang sepertinya sedang ada di kamar mandi. Sashi tidak mau menjawab teleponku dan ketika Bunda memintanya untuk meneleponku nanti, Sashi menjawab dengan lantang "Nggak mau, aku sibuk!" Jika aku masih mengikuti sifat lamaku, maka ketika mendengar Sashi berkata seperti itu aku akan langsung emosi. Namun kali ini aku malah tersenyum, terbayang bagaimana waja

