Happy Reading. We are coming back, thank you for supporting everyone. Enjoy this chapter. HAPPY READING. Ketika Kesya sudah berdiri di depan mansion semegah istana, entah mengapa dia seakan ingin melarikan diri sesegera mungkin lalu bersembunyi di balik kegelapan supaya tidak terlihat oleh siapapun. Sesungguhnya, keraguan itu sudah menguasai hati dan pikirannya sejak tadi. Keysa menghela napas pendek-pendek, sungguh aneh memang perasaan manusia, bisa berubah dalam setiap detiknya. "Silahkan nyonya." dengan sikap sopan Ben menuntun jalan bagi Kesya. Hal yang pertama sekali menyahuti ingatan Kesya adalah sebuah kenangan. Pastinya kenangan yang berbumbu manis ketika Sean dan dirinya berkunjung disini. Mata besar Kesya tertuju ke arah ruang makan yang dulu pernah meninggalkan jejak hangat

