HAPPY READING. Tubuh Kesya merosot disisi pintu mobil. Bahunya bergetar kuat dikarenakan tangisnya yang begitu menyakitkan. Tidak peduli para pengawal dan pelayan yang melihat dirinya saat ini namun, perasaan sesak itu harus segera meluap. Semua itu tidak luput dalam pengawasan Ben. Dia sudah tahu hal ini pasti terjadi. Sekalipun Charles menyukai sosok Kesya namun, Kingston jauh lebih berarti baginya. Hal itulah yang membuat seisi istana ini bisa bertahan menumpang hidup. Jika Charles lemah maka tidak hanya dirinya hancur tetapi juga semua orang yang menggantung hidup pada Kingston. Perasaan, Charles sudah mengubur perasaan itu dalam-dalam. Baginya lebih baik menjadi sosok yang berlogika daripada berperasaan. "Nyonya, lebih baik kita pergi." dengan canggung Ben membungkuk ke arah Kesya

