Happy Reading "Kesya?" suara nada rendah Sean mampu menembus pertahan wanita itu. "Apa yang sedang sedang kau sembunyikan dariku." geramnya tertahan saat tak kunjung juga mendapat jawaban. Dengan dipenuhi ketidaksabaran, Sean mengangkat tubuh Kesya ke pangkuannya dan memberi tatapan mengintimidasi padanya. "Katakan." Sean mengambil paksa rahang Kesya supaya tidak bergerak liar. "A...ayahmu menyuruhku... untuk meninggalkanmu." dilanda perasaan gugup yang teramat sangat tidak ada yang bisa dilakukan Kesya selain menautkan tangannya sendiri. Ekspresi Sean berubah tegang luar biasa dan Kesya bisa memastikan bahwa detak jantung lelaki itu tidak bekerja normal. Hal itu diketahuinya dengan jarak mereka yang begitu dekat suara detak jantung itu tertangkap jelas di pendengarannya. Pengaruh alk

