Pagi Yang Indah

1151 Kata

Diana P.O.V Aku pelan-pelan membuka mataku saat cahaya matahari mulai menembus tirai kamarku. Udara pagi masih sejuk, tapi yang paling kurasa adalah hangatnya pelukan seseorang yang begitu kukenal. Justin. Lengan kirinya masih melingkar di pinggangku, dadanya menjadi bantal empuk tempat kepalaku bersandar sejak tadi malam. Nafasnya teratur, tenang, membuatku mengira dia masih tertidur. Aku sedikit menggerakkan badan, berniat melepaskan diri perlahan supaya nggak mengganggunya. Tapi saat aku baru menggeliat, suara seraknya terdengar pelan. “Udah bangun?” Aku mendongak pelan. Dia menatapku dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka. Rambutnya berantakan, dan suara seraknya… Tuhan, bisa nggak sih dia nggak seganteng ini pagi-pagi? “Udah. Kamu dari tadi bangun?” tanyaku pelan. “Dari tad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN