Diana P.O.V Aku baru saja sampai di kantor saat jam masih menunjukkan pukul 08.45 pagi. Langkahku cepat menuju ruanganku di lantai dua Nasution Law Firm. Jasmine sudah aman bersama Mbok di rumah, dan Justin juga sudah mengirimkan pesan bahwa dia sampai di kantornya dengan selamat. Satu hal yang melegakan. Tapi kedamaian pagi itu cuma bertahan dua menit. Begitu aku membuka pintu ruanganku, seorang pria berkemeja biru tua dan wajah kaku langsung berdiri dari sofa. Namanya Pak Suryo, klien baru yang kukenal seminggu terakhir. Kasusnya adalah sengketa perdata tanah di daerah Bekasi. Tapi dari awal aku menangani dokumen dan pembicaraan dengannya, aku sudah bisa menilai kalau pria ini keras kepala, egois, dan sangat dominan. “Bu Diana, saya minta pertemuan ini ditangani secara cepat. Saya ti

