Pelukan Malam

1174 Kata

Diana P.O.V Langit malam Jakarta sedang gelap-gelapnya saat aku memarkir mobil di basement apartment. Hujan tipis baru saja reda, menyisakan jalanan yang basah dan udara yang lembap. Jasmine sudah terlelap sejak kami keluar dari lift kantor tadi, dan kini dia masih nyaman bersandar di dadaku, tangannya mencengkeram blazerkku seperti biasa, seolah memastikan aku nggak akan pergi ke mana pun tanpa dia. Aku membuka pintu flat dengan pelan. Lampu ruang tengah masih menyala, mungkin Mbok lupa mematikannya sebelum pulang. Sesampainya di dalam, aku langsung berjalan ke kamar dan menidurkan Jasmine di tempat tidurnya. Perlahan kulepaskan jaketku, kubuka kancing-kancing blazerku, dan kutarik napas panjang. Hari ini terasa sangat panjang, tapi… entah kenapa aku juga merasa penuh. Siang tadi setel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN