Tak lama setelah Bima, Chandra dan Angel selesai berunding, Endry pun muncul. Napasnya tersengal-sengal karena terburu-buru untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan ia sampai meminta bantuan rekan sesama dokter di rumah sakit untuk meng-handle pekerjaannya. Endry sedikit membungkukkan tubuhnya, berusaha mengatur napasnya yang masih belum normal. Setelah beberapa saat menunggu, barulah ia mulai menghampiri Bima. "Bima, Chandra, kenapa bisa sampai kecolongan gitu?" tanya Endry. "Aku juga gak tahu, Kak," jawab Chandra. "Kak Bima yang tahu duluan tadi. Tapi kami udah tahu kok siapa dalangnya." Endry mengernyit. "Siapa?" "Manager keuangan, Kak. Namanya Surya. Sekarang dia lagi gak masuk kantor karena ke luar kota. Lokasinya sekarang di Yogyakarta, Kak," ujar Bima menjelaskan. "

