Bab 29

1110 Kata

Bima berjalan menyusuri jalan setapak di kampusnya. Kedua matanya menatap ke sekitar area yang ia lewati. Beberapa kenangan bersama Denisa masih terlihat jelas di sana. Bima masih belum bisa melupakan semua kenangan itu. Hidupnya terasa hampa tanpa kehadiran Denisa. Ia masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi pada kekasih hatinya itu. Bima menyesali perbuatannya yang tidak mempercayai Denisa sedikitpun. Jika saja ia tahu alasan dibalik menghilangnya Denisa waktu itu, mungkin dirinya tidak akan bersikap buruk pada Denisa. Langkah Bima terhenti saat ia sudah berada di taman kampus. Di taman itu, ada banyak kenangan bersama Denisa. Bima duduk di kursi taman sambil mengingat masa-masa indahnya saat pertama kali ia dekat dengan Denisa. "Sa, aku kangen sama kamu," Bima menggumam. "Kamu se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN