Bab 72

1062 Kata

Selama berada di kafe, pikiran Bima tetap tidak tenang. Sangat kacau sekali. Beberapa kali ia terlihat melamun dan tidak fokus pada pekerjaannya. Bima masih memikirkan kondisi Airin karena sampai detik ini, ia belum menerima kabar apapun dari Endry. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 siang. Dery yang kebetulan berkunjung ke kafe pun memutuskan untuk menghampiri Bima yang sedang duduk di sudut kafe. Dery duduk di hadapan Bima. Sementara Bima tidak menyadari kehadiran Dery di sana. "Bima," Dery memanggil. Bima tersentak dan langsung menoleh ke arah Dery. Ia terkejut setengah mati melihat kehadiran bosnya itu. Seketika Bima berusaha membenarkan moodnya yang sedang tidak baik-baik saja. "Ya, Pak? Udah lama Bapak dateng ke sini?" tanyanya. "Udah dari tadi, Bim. Kamunya aja yang ben

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN