bc

Fate Says Otherwise

book_age16+
311
IKUTI
1K
BACA
family
HE
time-travel
student
drama
bxg
highschool
friendship
secrets
cruel
like
intro-logo
Uraian

Andai kutahu akhir dari semua ini adalah kebenaran yang menyakitkan, lebih baik dulu aku menolak menjalani kisah ini dengan mu. Karena sejujurnya,di kisah ini hanya akulah yang tersakiti atas kebenaran tentang kau,dia dan aku.

Kisah ini rumit. Dari sebuah perjalanan karma seorang gadis angkuh yang suka melakukan bullying. Menjalani awal kehidupannya dengan sebuah perjalanan menyenangkan dan berakhir menyakitkan.

Ini adalah kebenaran dan takdir. Mari menyerah jika kau tidak sanggup,dan mari berjuang jika kau rasa kisah ini masih pantas di perjuangan.

chap-preview
Pratinjau gratis
Keyra Alexa
Keyra mengawali hari nya dengan rasa percaya diri yang tinggi. Bagaimana tidak? Saat pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini, banyak tatapan kagum padanya. Sepertinya semua siswa-siswi di sekolah ini tertarik dengan pesona Keyra. Setiap pagi, Keyra di antar-jemput oleh mobil BMW. Salah satu jenis mobil yang sangat di impi-impikan oleh banyak orang. Keyra Alexa adalah anak seorang CEO kaya raya, tentu Keyra memiliki segala hal yang dia inginkan. Tak jarang setiap melewati senior-senior nya, ia akan di sapa manis walaupun semua itu tampak ia abaikan. Keyra tidak tertarik dengan laki-laki manapun, Keyra terlalu mencintai dirinya sendiri. "Good morning,Keyra" Sapa Syara selaku sahabat satu-satunya Keyra. Gadis rambut coklat sebahu itu mengambil tempat disamping Keyra. "Good morning Queen Elizabeth!!" Keyra membalas namun akhirnya ia tersenyum sumringah. "Jika ada tugas bukankah sudah selayaknya kita mengerjakannya?" Tanya Syara sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Ia hanya mendapatkan tatapan kosong dari Keyra. Keyra tidak suka diajak bercanda, gadis itu terlalu serius dalam menjalani kehidupan. "ZAMAN SEKARANG NGERJAIN TUGAS? HELLO!!"Teriak Keyra spontan. "Kalau bisa nyuruh orang lain,kenapa harus kita?" Dengan begitu Keduanya tertawa terbahak-bahak. Tidak lama karena Smirk andalan adalah ciri khas dari mereka. Bangkit dari duduknya lalu berjalan dengan amat angkuh. Sepertinya Keyra dan Syara akan memulai hobi mereka lagi. Keyra dan Syara berjalan menuju bangku depan. Tempat Anindya gadis paling pintar di kelas nya. kacamata tebal berbentuk persegi, rambut yang di ikat bagai kucir kuda dan jangan lupakan botol minum diatas mejanya. Raut wajah yang tampak sangat polos menambah kesan bahwa dia adalah anak yang berbakti dan pintar. "Woyy culun!!" Bentak Keyra. Sontak seisi kelas langsung beralih menatap kearah mereka. Anindya tampak sangat ketakutan,kulit wajahnya sudah berubah menjadi sangat pucat. Ini bukan pertama kalinya namun bagaimanapun Anindya selalu takut jika berhadapan dengan Keyra dan Syara. "I-ya Keyra,ad-ada apa?" Ucap Anindya terbata bata. Ia memberikan diri mendongak hanya untuk melihat wajah menyeramkan Keyra. "NIH!! Lo liat apa yang gue pegang? BUKU GOBLOK.artinya,Lo harus ngerjain tugas-tugas gue" Ucap Keyra keras. Sambil mensejajarkan wajah nya dengan wajah Anindya yang sedari hanya menunduk ketakutan. "NGERTI GA!!" Bentak Keyra lagi. Keyra memukul meja dengan sangat kasar. Syara hanya tersenyum miring, ia tampak seperti seorang Ibu iblis yang bangga dengan kelakuan anaknya. Baginya jika di Dunia ada jurusan BULLYING mungkin dia dan Keyra akan mendaftar di jurusan itu. Karena hanya itulah yang bisa mereka lakukan. "Lo mau ga ngerjakan tugas kita? Kalau enggak biar langsung ke intinya saja" Syara menekan setiap kata-katanya. Sesaat ia dan Keyra bertatapan hingga akhirnya Syara berucap lagi. "Tangan gue gatal banget, yang semalam masih kurang kan?" Anindya hanya diam,air matanya berhamburan deras. Gadis itu menangis tanpa suara. Ia selalu menunggu kapan Keyra dan Syara tidak berbuat jahat lagi padanya walau sampai saat ini masih sama saja. Mereka sangat jahat,mereka tidak punya hati dan mereka tidak pernah sadar bahwa semua yang mereka lakukan adalah salah. Jujur menangis tanpa suara sungguh sangat menyakitkan. Anindya harus menahan diri,ia sadar bahwa sebagai anak beasiswa ia tak berdaya. "Belum juga di apa-apain udah nangis. Heran gue!" Syara mulai resah,gadis itu memutar bola matanya malas. Sedikit peregangan otot-otot tubuhnya,Syara mulai menyiapkan diri m "Gue paling anti sama yang cengeng. Dengar!! Gue paling malas berhadapan sama Lo, sekali-kali lawan gue lah. Udah mending diam, jangan sampai emosi gue ngelunjak" Ancam Keyra dengan intonasi yang terkesan tenang. Bukannya diam, Anindya malah semakin menangis. ketakutannya telah memuncak, keringat dan air matanya tampak sudah bercampur aduk membuat wajah putih polos nya tampak sangat basah. Tangisan Anindya yang semakin deras membuat kesabaran Keyra habis. Tangannya mengepal kuat, menyiratkan sebuah kebencian tanpa alasan disana. Tangan Keyra sudah melayang di udara, dengan amat sadis ia mulai mengeluarkan u*****n serapah untuk Anindya. Keyra dengan kasarnya menarik rambut Anindya,membuat sang empunya merasa kesakitan. "Sa-sakit" Anindya yang malang hanya mampu berucap pelan. Bukannya kasihan Keyra malah memperkuat jambakan nya. Ia begitu bahagia melihat kondisi Anindya yang seperti ini. Mereka yang melihat kejadian ini hanya diam. Merasa iba akan hal yang menimpa gadis malang itu.Tak ada yang dapat membantu Anindya, mereka juga sangat takut melihat dua gadis yang di cap iblis itu. Seisi kelas hanya bisa berharap guru segera datang dan melihat jahatnya perbuatan Keyra dan Syara. "Sekali lagi kalau disuruh diam, diam ya. Cup ..cup...cup, sakit ya?" Keyra berucap dengan nada meledek. "Asal Lo tahu, gue juga bisa bunuh Lo sekarang kalau Lo mau. Tapi kasihan gadis lemah kayak Lo mending gue siksa tiap hari" Keyra berucap dengan sadisnya. Nada suaranya begitu juga dengan ucapannya membuat pasang telinga yang mendengarnya mengidik ngeri. "Kamu mandi dulu ya," Sambung Syara. Mengambil botol minum Anindya yang masih sangat penuh. Menyiram dengan sangat kasar pada Anindya. Membuat gadis malang itu basah kuyup,tuntas sudah kebahagiaan hidup mereka. "Seru ga!?" Keyra dan Syara tertawa keras atas kemenangan mereka. Membuat orang lain menderita adalah prioritas utama. Tawa mereka  tampak semakin memuncak, Keyra dan Syara terlihat begitu bahagia. Sebenarnya teman-teman sekelas Anindya ingin sekali membantu Anindya tapi jika harus berurusan dengan kedua iblis itu, nyali mereka juga ikut ciut. Merasa kurang, Keyra juga menjatuhkan buku-buku Anindya ke lantai kemudian di pijak lalu di siram hingga buku-buku itu rusak parah. Tidak ada alasan untuk Anindya berhenti menangis. Setiap hari ia harus merasakan pahitnya bullying. "Yaudah ini buku kita. Kerjain dengan baik, jangan ada yang salah. Jawaban yang salah dihitung sebagai tindakan kekerasan."Keyra melontarkan ancamannya lagi. Sambil meletakkan buku pr nya diatas meja, Keyra menampar pipi Anindya. "Kejadian ini jangan ada yang tahu,apalagi ada yang buka mulut,Awas aja!" Peringat Syara pada mereka satu persatu. "awas kalau Lo ngadu. Ga mau matikan?" Dengan begitu Anindya mengeleng lemah. Lalu keduanya meninggalkan kelas. Setelah mereka keluar, teman-teman Anindya berbondong-bondong membantu Anindya. "Maaf Anindya,kami ga bisa bantu kamu tadi" Sesal Zini. Air matanya mengalir deras melihat nasib sahabatnya itu. Anindya memeluk Zini erat, mereka bersama-sama menangis. Sementara yang lain membantu membersihkan buku-buku Anindya. Zini menghapus air matanya. "Kamu ga usah kerjakan tugas dua iblis itu,kita laporin aja sama guru BK biar mereka di keluarkan dari sekolah ini. Mereka sudah sangat keterlaluan"Ucap Zini sambil beranjak dari duduknya. "Jangan Zini jangan,kalau aku ga ngerjain tugas ini aku pasti semakin di bully sama mereka." Anindya menghentikan tindakan Zini. "Tapi Anindya....Mereka udah jahat sama kamu. Kalau kita diemin mereka akan semakin merajalela" Bantah Zini. " Mereka orang berada sedangkan aku? Mereka bisa melakukan apa saja sama aku Zin, tolong ngertiin aku" Bantah Anindya semakin terisak. "Mereka memang orang kaya tapi di negara kita masih berlaku hukum, semua sama dimata hukum" Ucap Zini kewalahan. "Tolong Zini ngertiin aku.  Aku yang rasain aku yang ngalamin bukan kamu. Kamu hanya bisa bilang inilah itulah,tapi apa? kalau ada apa-apa aku yang rasain, aku yang nanggung akibatnya" "Aku hanya ada beasiswa yang bisa bersekolah di SMA ternama ini. Aku hanya orang tidak mampu jadi tolong ngertiin aku. Aku ga mau punya masalah di sekolah dan aku pantas mendapatkan semua ini" " Mendapatkan Bullying dan siksaan dari mereka adalah hal yang wajar, aku pantas untuk itu. Terlahir dari keluarga miskin memang sehina ini, tidak masalah setidaknya aku bisa bersekolah" Anindya berucap panjang lebar. Air mata yang tak kunjung berhenti sudah menjelaskan semuanya. Anindya sangat tersiksa. Zini hanya terdiam lalu memeluk erat Anindya. kenapa harus Anindya yang menanggung semua ini? Dan sekarang mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sama-sama tidak berdaya. Suatu hari nanti kedua iblis itu akan mendapat balasannya, seisi kelas berharap untuk itu. **** BOLOS lagi nih ceritanya?" Tanya Syara sambil terus menghisap rokok di tangan nya. "Ya gimana lagi? Emang Lo mau dengerin si ambigu ngajar? Ga kan?" Jawab Keyra sangat lantang. Keyra masih memejamkan matanya seolah ia benar-benar menikmati keindahan bolos sekolah. Kedua gadis itu tengah berada di rooftop sekolah. Menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Belajar Bukan tipe mereka.  Mereka juga sekolah cuman gara di paksa bokap-nyokap. sekedar menjaga harga diri keluarga saja. Formalitas belaka. Karena nyatanya mereka tidak berniat sedikitpun termasuk Keyra. "Asap rokok Lo Sya,mual gue" Ucap Keyra sambil menutup hidungnya, ia begitu anti dengan asap. Syara mengisap rokok lalu melepaskan asapnya ke udara. Syara seorang gadis yang sanggup menghabiskan dua bungkus rokok setiap harinya. Seorang cewek yang hebat, begitu kata orang banyak. "Keyra...Keyra" Syara mengeluh pelan. "Ga mau nyoba apa? Ini seru lagi. Ga usah sok polos deh,Ra. Percuma bejad ngerokok aja ga berani. Cuman berani nge-bully ceritanya?" Ujar Syara dengan nada mengejek. Sambil terus menghisap rokok,Syara menyedorkan sebungkus rokok pada Keyra.  Keyra menatap Syara dengan pandangan iba"Otak gue udah rusak, mata gue udah rusak bahkan attitude gue hilang ditelan bumi. Maka dari itu gue mau ngerusak organ tubuh gue,yakali gue mati karna sering merokok!! Karir gue ngebully gimana dong?" Keyra membela diri. Keyra memang bejad,bakatnya merusak mental orang-orang lemah tetapi menghisap rokok bukan lah tipe nya. Sedikitpun Keyra tak mau menyentuh benda menjijikkan itu.  Sangat berbanding terbalik dengan Syara. "Iya-iya dah,Semerdeka idup Lo aja!" Tuding Syara sedikit kesal. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki ke arah rooftop. Keyra yang menyadari ada yang menuju rooftop pun mulai  berjaga-jaga. "Matiin rokok Lo" Suruh Keyra seraya memukul pelan pundak Syara. Syara hanya menurut dan membuang rokok nya ke sembarang tempat. "Ngapain kalian disini?" Tanyanya intens. Seorang cowok tinggi, putih dan berbadan kekar. Tampak nya cowok itu adalah anggota OSIS atau lebih tepatnya ketua OSIS. Keyra menatap sinis. "Bukan urusan Lo" Balas Keyra santai. Gadis itu terlihat biasa saja, tidak ada ketakutan disana. "Kalian merokok?" Tanyanya lagi. Tak sengaja ia melihat puntul rokok yang di buang Syara di sembarang tempat, rokok itu tampaknya masih mengeluarkan asap. "Kalau emang iya kenapa,hah?" Syara membuka suara. Ia menatap penuh penuh kebencian terhadap cowok di hadapannya itu. "Benar-benar yah kalian. Kalian sudah melanggar peraturan sekolah, bersikap layaknya tidak berpendidikan. Kalian ga sadar apa yang kalian perbuat ini salah?" Nasihat cowok itu, Ucapannya begitu tegas. "Tentu saja salah" Jawab Syara kelewat enteng. "Tapi sangat menyenangkan, mau coba?" Tawar Syara. "Kamu memang ga punya sopan santun!! Saya akan melaporkan kalian berdua kepada guru BK" Ancam nya. Kesabarannya mulai habis menghadapi kedua gadis itu. "Yaudah laporin aja sana. Pake ngomong lagi, perlu kita antar,huh?" Ejek Syara dan kemudian mereka berdua tertawa sinis. "Apa kalian pernah di ajarkan sopan santun?" Tampaknya wajah cowok itu semakin memerah menahan emosi. "Hah? Sopan? Oooo... gue ngerti nih, Lo butuh duit kan? Santai saja,gue bisa kasih berapapun tapi Lo tutup mulut,deal?" Dengan lantang Keyra berucap, menambah kesan pertama yang amat menyedihkan. "Ikut saya" Ujar nya kemudian menarik tangan Keyra dan Syara. "Woy tangan kita!!" Bantah mereka dan menarik lepas tangannya. "Siapa Lo berani-beraninya narik tangan gue?  gue ga sudi tangan mulus gue di sentuh sama rakyat jelata yang ngemis sopan santun, kayak LO" Kata Syara sambil membersihkan tangannya, selayak ada banyak debu disana. "Lo ga tau siapa gue? Gue Elvino Mahendra ketua OSIS yang sangat di segani di sekolah ini dan Lo berdua berani membantah gue?" Elvino selaku ketua OSIS terlihat sangat puitis. Semasa jabatannya, baru kali ini ia menghadapi kenakalan dua siswi seperti Keyra dan Syara. "Woy siapa tadi namanya?  Albino eh Elvino. Hey mau Lo ketos kek, ketua RT kek,sekalian aja kepala sekolah. Apa urusannya sama kita? Lo kira kita takut?" Ucap Keyra lantang. Gadis itu benar-benar kehilangan akal. "Tau tuh bangga jadi ketos? di kira keren apa? Kayak pengemis sih iya!!" Sercah  Syara geram. "Benar-benar ga punya sopan santun kalian, lihat saja kalian berdua" Geram El dan kemudian pergi meninggalkan mereka. "Dasar!! dia pikir dia siapa?"  Ucap Keyra tak habis pikir. Kemudian duduk di sofa yang ada di rooftop,di ikuti oleh Syara di sampingnya. ****** Jam pulang sekolah berbunyi. Kedua gadis itu sudah pulang lebih awal tadinya. Yang jelas mereka cabut dari gerbang belakang sekolah dengan tipu daya muslihat pada satpam sekolah. "Club yok Keyra, nanti malam pasti seru"Ajak Syara. Hari ini mereka menghabiskan waktu di kafetaria. "Ga bisa gue!!" Jawab Keyra menolak. "Di Club tuh seru deh pokoknya. Lo bisa bahagia hanya dengan segelas alkohol" Ucapan Syara terkesan memaksa Tapi tetap mendapatkan penolakan dari Keyra. "Lo tau sendiri bokap-nyokap gue gimana kalau ketauan ke Club bisa mampus gue" Ucap Keyra. "Takut lo?" Syara tersenyum jengkel. "Lemah banget sih? Mereka ga akan tahu. Bilang aja mau NGERJAIN tugas sekolah, bonyok lo di jamin ga akan curiga" Jelas Syara gampang.  Bagi Syara mungkin tidak ada yang mustahil. Tapi tidak untuk Keyra. "Lo aja deh,gue gabisa. Apalagi gue ga suka berbaur dengan area Club, jijik gue" Ujar Keyra sambil meneguk minuman nya. "Ahk--emah Lo key. Berani nya ngebully orang doang. ngerokok ga mau,ke Club malam ga mau, yaudah sono ke pasar malam aja" Ejek Syara mulai geram. "Di Club itu orang-orang pada ga beres,. Senakal-nakal nya gue,gue ga mau ngerusak harga diri gue Sya,Lo aja sono" Keyra membela diri lagi. "Jadi maksud Lo,gue udah rusak gitu? gara-gara gue sering ke Club malam,hah? Ya engak dong key--Selagi Lo bisa jaga diri, semua aman. Kita kesana bisa moroti uang Om-Om mata buaya"Ucap Syara sambil menaik turunkan alis nya. Keyra yang mengerti maksud Syara hanya mendengus kesal "Kayak ga punya duit aja pake morotin orang,gue ga butuh uang. Harta bokap gue banyak ga bakal habis tujuh turunan asal Lo tau" "Ahk__ terserah Lo deh. dasar lemah"Ejek Syara lagi. Dia bingung dengan seorang Keyra Alexa. Seorang yang bejad tapi menolak asap dan Club malam,lebih cocok di panggil apa coba Keyra? "Semerdeka Lo aja deh Sya. Gue akan ke Club tapi bukan saat ini. Nanti atau kapan-kapan deh, tapi bukan sekarang" Keyra memberi harapan palsu. "Sampai kita udah di pindahin ke Mars?  Lo yah!! ngeles aja terus,bilang aja Lo takut ke Club kan?" "Takut? Seorang Keyra Alexa Lo bilang Takut ?Ga salah lo? Makanya kalau mau bejad otak itu di pake mikir. Kalau Lo tiap Hari ke Club dan bonyok Lo tahu,  Lo mau di hapus dari KK,hah? Belum lagi masalah di sekolah,Lo mau di pecat? Mari nakal diam-diam tapi nikmat" Jelas Keyra panjang lebar.  Gadis itu tak sanggup lagi mendengar hinaan Syara. "Mulai hari ini berhenti aja deh ke Club malam itu. Ga takut apa, hamil di luar nikah?" "Lo kira gue bodoh?" Syara mendengus kesal  "Yaudah,kita balik aja, udah sore ini" Ajak Keyra. Dan kedua nya keluar dari cafe yang sudah di duduki kurang lebih tiga. **** Jam sudah menunjukkan pukul 17:30. Keyra pulang dengan baju yang di keluarkan, rambut yang sedikit berantakan. Benar-benar bukan seperti seorang gadis yang terpelajar. "Dari mana aja Keyra? Bukannya sekolah udah selesai dari dua jam lalu?" Tanya Mama Vita intens, menyadari kedatangan putri bungsunya itu. Keyra sama sekali tidak peduli. Berjalan menelusuri anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Mama Vita hanya mendengus pelan. Sejak dulu dia benar-benar tidak tau apa yang dipikirkan Putri bungsu nya itu, sampai-sampai sifat nya sangat berbanding terbalik dengan kakaknya Andre. Padahal Andre seorang anak laki-laki. Anak yang baik,penurut, sopan, dan tentu sangat pintar, sedangkan Keyra? benar-benar sulit di jelaskan oleh kata-kata. "Mama lagi bicara sama kamu dek,kok di cuekin?" Nasihat Andre berusaha sabar. Ia mulai kesal melihat sifat adik perempuan nya itu. "Anak cewek ga baik pulang kemalaman, apalagi dengan pakaian sekolah" Ucap Andre lagi. Berusaha untuk tetap santai jika sedang berhadapan dengan Keyra, adiknya. "Mata Lo rabun ya? Jelas-jelas ini masih sore. Kayak pulang larut aja gue sampai di ceramahin gini" Kesal Keyra dan langsung menutup pintu kamarnya dengan sedikit dubrakan. Andre hanya mendengus pelan. Entah bagaimana caranya mengubah sifat dari Keyra. Menjadi seperti dulu lagi. ***** Ttttttt.....ttttttttt.... Terdengar suara panggilan telepon di ponsel Mama Vita. "Ma ada yang nelpon nih!" Teriak Andre keras. Andre masih terus sibuk dengan laptopnya. "Dari siap Dre? Angkat aja" Teriak Mama dari dapur. Mau tak mau Andre akhirnya mengangkat panggilan telepon itu. "Halo" "Halo. Ini dengan saya,wali kelas Keyra Alexa" Jawab seseorang di sebrang sana. "Ma,dari wali kelas Keyra__buruan gih!!" Teriak Andre lagi. Mama Vita yang tadinya memasak di dapur berlari terburu-buru ke ruang tamu. "Iya Bu. saya sendiri ,ada apa ya?"  Tanya Mama sopan. "Gini Bu saya mau memberi laporan, Bahwa Keyra anak ibu bolos dari sekolah dan kami tidak dapat mengetahui dia pergi kemana." "Bukan cuman itu Bu,sebelum Keyra pergi,dia juga bolos di jam pelajaran,hal yang selalu Keyra lakukan." "Saya mohon bantuan Ibu. Keyra masih siswa baru,saya tidak yakin Keyra bisa bertahan di sekolah ini jika sifat nya terus begitu." Jelas wali kelas Keyra panjang lebar. "Terimakasih atas pemberitahuan nya Bu. Nanti saya akan tegur Keyra" Ttttttt .. Sambungan telepon di akhiri. Andre yang menyadari ada yang tidak baik-baik saja berusaha mengartikan raut wajah Mama Vita yang tiba-tiba berubah. "Kenapa Ma?" Tanya Andre pelan. Mama Vita hanya mendengus pelan sebelum menjawab. "Adek kamu tuh,tadi katanya bolos dari sekolah terus bolos jam pelajaran hampir setiap hari" Jawab Mama. Nampak jelas wajah Mama yang penuh rasa kecewa dengan sifat Keyra. "Mama merasa gagal Dre, mendidik adik kamu" Sambung Mama lagi. Mata wanita itu mendadak berkaca-kaca. Andre mengelus bahu Mama Vita lembut. "Engak Ma. Mama ga salah, Keyra aja yang susah di atur" "Mama mau bicara sama Keyra dulu" Putus  Mama Vita kemudian beranjak dari duduknya menuju kamar Keyra, di ikuti oleh Andre di belakangnya. ******* Keyra tidur tanpa melepas dulu pakaian sekolah nya.  Kedatangan Mama dan Andre membuat ia terbangun dan menghentikan mimpi-mimpi indah yang belum sempat diakhiri. "Keyra jawab Mama, kamu tadi kemana? Guru kamu nelepon Mama katanya kamu bolos dari sekolah?" Tanya Mama penuh selidik berusaha untuk tidak terbakar emosi. Keyra menatap kosong Mama nya. Menaikan satu alis nya,dan mulai terukir senyum devil dari seorang Keyra. "Jawab mama!!" Bentak Mama Vita. Keyra masih sempat-sempat nya menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal. "Cafetaria"Jawab Keyra akhirnya. "Cafetaria? Dengan gampang kamu bilang Cafetaria? Pulang sekolah kan boleh pergi ke Cafe..... Keyra,kenapa harus bolos,HAH? " Suara Mama Vita meninggi. "Kamu pikir,dimana Mama buat wajah Mama ini? Mengetahui putrinya cabut dari sekolah, sering bolos jam pelajaran, Mama malu Keyra!! Mama malu. Guru kamu telepon Mama membongkar semua perbuatan buruk kamu.Ingat kamu masih kelas X,Kamu ga pernah mikir Keyra?" Bentakan Mama Vita memenuhi ruangan. Tampaknya emosi nya sudah membara. Di tambah lagi gadis itu terlihat acuh. "Kalau Mama kesini cuman mau ngomel,mending Mama keluar deh__Keyra Males denger nya" PLAK....... Satu tamparan keras mendarat di pipi Keyra. "Kenapa kamu bertingkah seolah-olah kamu tidak pernah di ajarkan sopan santun?" "Apa kamu sadar kamu terlahir dari keluarga yang bagaimana?  Dengan kamu bersifat begini kamu sama saja merusak dan menjatuhkan martabat keluarga kamu" Andre hanya diam,tak berani berkata-kata lagi. Dia benar-benar tahu Mama-nya sudah terjangkit rasa emosi yang memuncak. Kelakuan Keyra yang sejak dulu susah di atur semakin menjadi-jadi. Keyra sudah kelewat batas. "Martabat? Harga diri?  Keluarga kaya?  Keyra ga peduli, Keyra ga butuh,Ma. Mama hanya memikirkan martabat terus, Keyra bosan dengernya." "Bahkan saat masalah begini, Mama ga mikir kenapa Keyra bisa jadi gini. Mama malah memikirkan martabat Mama yang jatuh itu. Emang sejatuh apa martabat Mama sekarang,huh? Serasa di jatuhkan dari planet Mars gitu? Mama ga pernah ngertiin perasaan Keyra."  "Mama benar-benar binggung sama kamu Keyra. Tiru kakak mu__dia anak yang baik, sopan,pintar dan penurut. Sedangkan kamu? Kamu hanya memikirkan kesenangan batinmu saja" Balas Mama. Ucapannya kembali normal dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca. "Keyra ga suka dibanding-bandingin Ma. Mending Mama keluar sebelum Keyra menyesal pernah punya Mama kayak Mama" Ucap Keyra lantang, berhasil membuat Mama Vita menangis tak karuan dan pergi meninggalkan kamar Keyra. "Kakak ngapain disini? mending kakak keluar juga. Udah puas kan hidupnya sejak dulu terus dibandingkan sama Keyra?" "Hebat kak hebat!! Kakak memang terlahir dengan segala kesempurnaan"Ucap Keyra sinis. Andre hanya mendengus pelan. "Kakak bingung sama kamu,key" "Pikir apa yang kamu buat barusan. Mama kamu sendiri lho key,yang ngandung kamu sembilan bulan. Ingat, Semua akan berbalik sama kamu" Tegur Andre kemudian keluar dari kamar Keyra. ****** "Ma, Andre masuk ya" Izin Andre sambil mengetuk pintu kamar Mama Vita. Tanpa mendapatkan persetujuan dari Mama, Andre memasuki kamar Mama Vita. Mama Vita benar-benar  terpukul, terlihat dari tangis Mama yang tak kunjung berhenti. "Ma,jangan nangis lagi Ma" Bujuk Andre sambil memeluk Mamanya. "Mama bingung Dre, kenapa adik mu itu bisa gitu,dosa apa yang Mama lakukan dulu sampai-sampai dia bisa bersifat seperti itu" "Ma,udah Mama ga usah nangis lagi. Cepat atau lambat Andre yakin Keyra pasti berubah dan menyesali perbuatannya" Andre menyakinkan Mama Vita. "Andre tau adik Andre Ma, Keyra sebenarnya baik, Andre yakin" Ujar  Andre menyakinkan Mama lagi dan lagi. Mama  Vita menghapus air matanya,ia tersenyum manis menatap putra sulungnya. "Dre, kejadian ini jangan sampai di tahu sama Papa,ya. Mama ga mau masalahnya semakin panjang" Ucap Mama lagi sedangkan Andre hanya mengangguk mengiyakan.  Benar-benar hati seorang ibu. Seorang Ibu tidak akan pernah menjatuhkan anaknya sejahat apapun kelakuan anaknya padanya.       Happy reading  

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Super Psycho Love (Bahasa Indonesia)

read
88.6K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.8K
bc

Perfect Revenge (Indonesia)

read
5.1K
bc

GARKA 2

read
6.2K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.0K
bc

TERNODA

read
198.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook